
A1 itu apa? Bukan hanya perekam suara, tapi rekan AI Anda dalam rapat—jangan lagi mengira ini hanyalah mikrofon yang cuma bisa "uh-hm". DingTalk A1 muncul tiba-tiba pada paruh kedua tahun 2025, menjadi solusi untuk berbagai penyakit kantor seperti "mengantuk saat rapat, bangun lupa semua". Ditenagai oleh mesin AI buatan DingTalk sendiri, A1 tidak sekadar menyimpan suara, melainkan seperti mempekerjakan tenaga ahli gabungan: juru tulis cepat berkacamata + doktor linguistik + ahli filter kebisingan.
Perekam konvensional hanya bisa merekam dingin-dingin saja, sedangkan A1 mampu mengenali siapa yang sedang berbicara, membedakan intonasi penting, bahkan secara otomatis menyaring dengung AC dan suara rekan kerja yang diam-diam ngemil biskuit. Kunci kesuksesannya adalah chip audio AI 6nm hemat daya, tidak hanya irit listrik dan tahan lama, tetapi juga mampu melakukan pemrosesan seiring perekaman, membuat konversi ucapan ke teks secepat terjemahan dalam pikiran. Ini bukan sekadar alat, melainkan mitra rapat yang bisa berpikir—naik kelas dari perekam pasif menjadi pemaham aktif, meletakkan dasar kuat untuk terjemahan real-time, ringkasan cerdas, dan pembuatan tugas, benar-benar mewujudkan keajaiban "tidak perlu mencatat satu kalimat pun".
Sekejap jadi pintar: uji coba langsung konversi suara-ke-teks dan terjemahan multibahasa
Sekejap jadi pintar: uji coba langsung konversi suara-ke-teks dan terjemahan multibahasa
Baru saja tertidur saat rapat, lalu terbangun dan ternyata semua orang sudah bicara dalam bahasa Inggris? Jangan panik! A1 ibarat penerjemah pribadi berbasis AI Anda, mendukung bahasa Mandarin, Inggris, Jepang, Korea, Prancis, Jerman, Spanyol, bahkan mampu mendekode akurat "bahasa Inggris gaya Singapura" yang berlogat kental. Ini bukan sekadar mengubah suara menjadi teks, melainkan menampilkan pertunjukan "subtitle bilingual secara langsung"—Anda bicara bahasa Mandarin, layar langsung menampilkan terjemahan bahasa Inggris, klien asing langsung mengangguk-angguk, seolah sedang menonton drama diplomasi versi real-time.
Teknologi ajaib ini didukung sistem pendengaran AI dengan chip 6nm, mampu membedakan jelas antara "anggaran dipotong separuh" atau "lembur sampai meledak", meski di tengah suara mesin kopi menggelegar dan rekan yang menyela. Dalam pengujian rapat telepon tiga arah, A1 berhasil mentranskripsi tiga bahasa secara bersamaan, tingkat akurasinya begitu tinggi hingga penerjemah manusia pun mulai meragukan hidupnya. Lebih gila lagi, ia bisa menerjemahkan sambil merekam, tanpa perlu masuk neraka koreksi setelahnya. Waktu yang dihemat cukup untuk menyelesaikan dua episode drakor dan tidur siang.
Setelah rapat, tak perlu lembur: ringkasan otomatis berbasis AI dan pencatatan terstruktur
"Begitu rapat selesai, otak saya langsung mati." Kalimat ini terdengar seperti lelucon, namun bagi pekerja kantor yang menghadiri tiga rapat sehari, ini adalah kenyataan. Sekarang, A1 tidak hanya mencatat setiap kata, tapi cukup cerdas untuk membaca jiwa rapat—bukan sekadar merekam, tapi membaca pikiran.
AI A1 mampu menembus percakapan kacau, seperti detektif yang menemukan petunjuk penting seperti "Siapa yang disebut bos tadi bertanggung jawab?" atau "Tenggat waktunya sebenarnya hari Rabu depan atau akhir bulan?". Ia secara otomatis mengelompokkan alur diskusi, mengatur ucapan acak menjadi catatan terstruktur: masalah → keputusan → penanggung jawab → tenggat waktu, bahkan daftar tugas harian pun sudah dirapikan rapi, seolah ada asisten bisu yang duduk di sudar ruangan sambil mengetik kencang.
Dibanding pencatatan manual yang sering melewatkan permintaan penting seperti "sekalian urus juga", A1 justru lebih teliti. Setelah wawancara kerja, Anda tak perlu lagi menilai berdasarkan ingatan; kebutuhan tersembunyi dari pelanggan dalam wawancara pun bisa ditandai; materi pelatihan langsung berubah menjadi basis data yang bisa dicari. Saat rapat berakhir, laporan sudah jadi, bahkan bisa dikirim langsung ke alat manajemen proyek dengan satu klik—orang lain masih sibuk memutar ulang rekaman, Anda sudah pulang minum bir.
Siapa yang paling butuh A1? Panduan praktis lima situasi kerja
Siapa yang paling butuh A1? Panduan praktis lima situasi kerja
Mengantuk saat rapat bukan masalah, yang jadi bencana adalah melewatkan poin penting. Di sinilah A1 bukan hanya alat konversi suara-ke-teks, melainkan cheat code untuk bertahan di dunia kerja!
Bayangkan saat sales mengunjungi klien, klien bilang "saya pertimbangkan dulu", tapi nada suaranya ragu—A1 tidak hanya mencatat setiap kata, tapi juga menandai fluktuasi emosi, sehingga saat diputar ulang bisa langsung menangkap sinyal potensi transaksi; lebih hebat lagi, janji lisan tentang jadwal pengiriman secara otomatis berubah menjadi tugas harian yang dikirim ke Anda, tidak perlu lagi khawatir akan debat abadi soal "Saya pernah bilang begitu?"
- Wawancara pelanggan: saat pengguna mengeluh "pengoperasian terlalu rumit", A1 langsung menandai kalimat ini sebagai "kata kunci keluhan", lalu mengkategorikannya ke daftar optimasi produk, tim R&D tak perlu lagi menyisir rekaman dua jam;
- Wawancara kerja: pewawancara sambil minum kopi dan mengangguk, A1 diam-diam mencatat bahwa kandidat menyebut "menyelesaikan integrasi API secara mandiri", lalu AI secara otomatis menandai "kemampuan teknis + pengalaman proyek", penilaian objektif tanpa bias;
- Rapat internal: setelah berdebat soal pembagian tugas, A1 sudah mengubah "Xiao Wang urus PPT, kumpulkan sebelum Jumat" menjadi kartu tugas, lalu disinkronkan ke kalender DingTalk;
- Pelatihan: peserta memutar ulang bagian "tiga langkah logika penawaran harga" sampai sepuluh kali, sedangkan pelatih langsung menghasilkan transkrip lengkap sebagai materi ajar, menghemat tiga hari waktu pengolahan.
Kepadatan suara tinggi tidak berarti otak harus overload. A1 memberi telinga Anda libur, sekaligus menggandakan produktivitas.
Beli tanpa salah langkah: cara membeli dan menggunakan A1 Edisi Unggulan secara maksimal
Beli tanpa salah langkah: cara membeli dan menggunakan A1 Edisi Unggulan secara maksimal
Jangan lagi memenuhi kapasitas penyimpanan ponsel dengan file rekaman, jangan biarkan Anda mengantuk sejak poin ketiga bos berbicara—DingTalk A1 Edisi Unggulan kini menjadi otak eksternal berbasis suara Anda! Mau beli? Sangat mudah, buka aplikasi DingTalk, temukan tombol DingTalk A1 Edisi Unggulan di kolom layanan rekomendasi resmi, klik dan isi alamat, semudah memesan makanan daring. Tapi jangan buru-buru checkout, pastikan dulu apakah wilayah Anda mendukung pengiriman, jangan sampai uang sudah dibayar tapi barang terganjal di bea cukai, itu jauh lebih memalukan daripada ketahuan tidur saat rapat.
Bagaimana cara pakai agar hasilnya maksimal? Pertama, pastikan digunakan bersama aplikasi DingTalk agar fitur andalan seperti sinkronisasi cloud, berbagi tim, dan ringkasan AI bisa terbuka semua. Kedua, tidak perlu sering-sering mengisi daya, chip hemat energi membuatnya tahan lama seperti kura-kura, tetapi disarankan mengisi ulang tiap dua minggu sekali agar tidak mogok mendadak. Ketiga, letakkan di tengah meja seperti posisi utama saat memimpin rapat, agar tangkapan suara merata dan tidak sepihak. Terakhir, manfaatkan fitur "penanda segmen penting", cukup satu klik untuk menandai momen bos berkata "ini sangat penting", mempermudah pencarian nanti secepat kilat.
Jangan biarkan percakapan berharga menguap begitu saja, setiap kalimat patut diingat—dan lebih baik diingat oleh A1.
We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at
Using DingTalk: Before & After
Before
- × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
- × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
- × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
- × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.
After
- ✓ Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
- ✓ Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
- ✓ Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
- ✓ Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.
Operate smarter, spend less
Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.
9.5x
Operational efficiency
72%
Cost savings
35%
Faster team syncs
Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

Bahasa Indonesia
English
اللغة العربية
Bahasa Melayu
ภาษาไทย
Tiếng Việt
简体中文 