
Apakah kamu pernah mendengar kata "API"? Jangan tegang, ini bukan jenis virus baru, apalagi kode rahasia antar insinyur. Secara sederhana, API ibarat sebuah remote control — televisi punya remote, lalu mengapa DingTalk tidak boleh punya? API Platform Terbuka DingTalk adalah remote kontrol serba bisa yang memungkinkan kamu mengendalikan fungsi DingTalk dari jarak jauh! Ingin mengirim notifikasi otomatis, melakukan absensi untuk seluruh kantor, bahkan melacak kemajuan proyek? Selama kamu tahu cara memberi perintah, DingTalk akan patuh seperti kamu diam-diam mengajari dia membaca pikiran.
Platform ini sebenarnya adalah "jalur belakang resmi" yang dibuka oleh DingTalk, memungkinkan pengembang berinteraksi secara aman dengan fungsi inti seperti daftar kontak, pesan, absensi, dan persetujuan. Tapi jangan salah sangka, ini bukan mainan eksklusif bagi para insinyur. Selama kamu memiliki logika berpikir, meskipun hanya bisa menulis rumus Excel, kamu tetap bisa menggunakan alat atau platform low-code untuk memanfaatkan API dan menyerahkan pekerjaan berulang pada robot. Bayangkan: setiap pagi tak perlu menyentuh ponsel, sistem secara otomatis mencatatkan absensimu — ini bukan mimpi, inilah sihir harian dari API.
Pendaftaran dan Otorisasi Membongkar Misteri Akun Pengembang
"Pendaftaran dan otorisasi" terdengar seperti dokumen pemerintah? Jangan takut, prosesnya ibarat membuat kartu VIP pengembang DingTalk! Pertama, kunjungi open.dingtalk.com, masuk dengan akun perusahaan, dan langsung naik level menjadi "pengembang perusahaan" — bukan cuma untuk insinyur, siapa pun yang punya hak administratif bisa melakukannya. Lalu klik "buat aplikasi", ada dua jenis: aplikasi internal (untuk digunakan sendiri dalam perusahaan) dan pihak ketiga (untuk mengembangkan bagi orang lain). Pilih "aplikasi internal" lebih mudah, isi nama dan deskripsi singkat, sistem akan langsung menghasilkan AppKey dan AppSecret milikmu — ini adalah "kunci akses" untuk memanggil API selanjutnya, jangan sampai bocor!
Ini bagian penting: bagaimana agar API bisa "bekerja secara legal"? Gunakan mekanisme otorisasi OAuth 2.0! Untuk aplikasi internal perusahaan, cukup gunakan AppKey/AppSecret untuk mendapatkan access_token (mirip seperti kartu kerja sementara), yang harus diperbarui setiap dua jam. Jika ingin membaca daftar kontak karyawan, pastikan mencentang izin scope yang sesuai, misalnya user.read, serta memastikan alamat callback (Callback URL) diformat dengan benar, jika tidak sistem akan menganggap kamu "masuk gelap" dan menolak otorisasi. Kesalahan umum termasuk lupa memasukkan IP server ke daftar putih IP, atau ada spasi tambahan di alamat callback — DingTalk sangat teliti, tapi begitu berhasil sekali, jalannya akan terbuka lebar!
Praktik API Inti Absen dan Kirim Pesan Hanya Sekadar Pembuka
Praktik API Inti Absen dan Kirim Pesan Hanya Sekadar Pembuka
Selamat! Kamu berhasil melewati tantangan sulit pendaftaran dan otorisasi! Kini saatnya akun Platform Terbuka DingTalk-mu menunjukkan kemampuannya. Sudah bosan klik tombol "sudah dibaca"? Kita sekarang ingin — menaklukkan dunia dengan kode! Pertama-tama hadir API serbaguna Kirim Notifikasi Kerja (/topapi/message/corpconversation/asyncsend_v2), mendukung teks, tautan, bahkan kartu interaktif yang canggih. Bayangkan, setiap pagi pukul delapan, grup perusahaan otomatis menampilkan kartu peringatan bertuliskan "Bos bilang hari ini tidak boleh terlambat", betapa hangat namun menyeramkan.
Selanjutnya adalah favorit pecinta absensi: Mendapatkan Catatan Absensi (/attendance/list). Fungsi ini bisa mengambil waktu absen karyawan, penjadwalan shift, dan status anomali (misalnya "seharusnya kerja malah tidur"). Dikombinasikan dengan tugas terjadwal, kamu langsung berubah menjadi radar pemantau manusia. Dan puncaknya adalah jurus pamungkas persetujuan — Buat Instansi Persetujuan (/smartwork/processinstance/create), ajukan cuti atau penggantian biaya hanya dengan satu klik, bahkan mengisi formulir pun tidak perlu lagi. Ingat, kode 40001 berarti token kedaluwarsa, bukan karena kamu salah coding, melainkan sistem sedang berkata, "Bro, ambil access_token baru."
API ini bukan mainan, melainkan terompet pemberontakan revolusi kantor. Bersiaplah, di bab selanjutnya kita akan menyambut "serangan balik" dari DingTalk — callback peristiwa, agar sistem bisa berbicara sendiri!
Langganan Peristiwa dan Callback Biarkan DingTalk Memberitahumu Apa yang Terjadi
Langganan Peristiwa dan Callback: Biarkan DingTalk Memberitahumu Apa yang Terjadi, ibarat kamu memelihara anjing elektronik yang bisa melapor, tidak perlu lagi kamu datang setiap hari mengetuk pintu bertanya "ada kabar apa?" — kali ini, DingTalk yang akan berlari mendekat dan menggonggong dua kali: "Bos, Xiao Wang baru saja terlambat absen!"
Di Platform Terbuka DingTalk, model berbasis kejadian (event-driven) adalah kunci utama otomatisasi. Ketika pengguna mengirim persetujuan, bergabung ke grup, bahkan mengubah data absensi, server DingTalk akan bertindak seperti kurir, mengirimkan paket JSON terenkripsi ke URL callback yang telah kamu tentukan sebelumnya. Tapi jangan terlalu gembira dulu — paket ini tersegel! Kamu harus menggunakan kit enkripsi-dekripsi dari DingTalk untuk memverifikasi tanda tangan, jika tidak maka akan dianggap kiriman palsu dan langsung ditolak.
Setelah berhasil didekripsi, langkah penting selanjutnya adalah menganalisis EventType: misalnya bpms_instance_change menandakan perubahan alur persetujuan, dikombinasikan dengan result=agree bisa memicu aksi otomatis — seperti langsung mengaktifkan akun sistem untuk karyawan baru, benar-benar "orangnya belum duduk, aksesnya sudah siap".
Ingat, setelah menerima peristiwa, kamu harus membalas success dalam waktu 3 detik, kalau tidak DingTalk akan mengira jaringanmu putus dan mengirim ulang hingga tiga kali. Ini bukan sikap keras kepala, melainkan aturan tegas demi menjaga keandalan sistem.
Keamanan dan Praktik Terbaik Jangan Sampai API-mu Menjadi Pintu Masuk Kerentanan
Keamanan dan Praktik Terbaik: Jangan Sampai API-mu Menjadi Pintu Masuk Kerentanan, ini bukan konferensi peretas, tapi kode programmu bisa jadi sedang telanjang di internet! Pertama, soal manajemen Token — jangan minta access_token seperti fans fanatik, DingTalk maksimal merespons 100 kali per menit, terlalu sering meminta malah bakal diblokir sementara. Simpan dalam cache, perpanjang masa pakainya, jadikan Token sebagai "teman sekamar jangka panjang", bukan "cinta sesaat".
Lalu ada verifikasi tanda tangan, di bab sebelumnya kamu senang menerima notifikasi dari DingTalk, tapi bagaimana jika itu permintaan palsu? Seperti menerima email palsu bertuliskan "bos menyuruhmu naik gaji", kalau tidak memverifikasi tanda tangan, kamu bisa celaka! Setiap callback harus diverifikasi signature-nya menggunakan kit enkripsi-dekripsi, pastikan itu benar-benar dari DingTalk, bukan dari Xiao Wang di sebelah yang menyamar.
Juga terapkan prinsip hak istimewa minimal: saat mengajukan scope, jangan serakah; jika hanya butuh "melihat daftar kontak", jangan sekaligus ambil izin "menghapus departemen". Semakin banyak izin, semakin besar bom waktunya. Terakhir, bangun mekanisme retry kesalahan yang cerdas; saat terkena pembatasan laju (rate limit), jangan memaksa terus menerus, gunakan strategi retry mundur eksponensial, lembut tapi tegas. Disarankan langsung gunakan SDK resmi (Java/Python), lebih sedikit bug, lebih banyak tidur nyenyak. Jangan lupa rutin cek pengumuman di platform terbuka, jangan sampai API sudah tidak didukung baru sadar bahwa proyekmu telah menjadi karya museum!
We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at
Using DingTalk: Before & After
Before
- × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
- × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
- × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
- × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.
After
- ✓ Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
- ✓ Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
- ✓ Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
- ✓ Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.
Operate smarter, spend less
Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.
9.5x
Operational efficiency
72%
Cost savings
35%
Faster team syncs
Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

Bahasa Indonesia
English
اللغة العربية
Bahasa Melayu
ภาษาไทย
Tiếng Việt
简体中文 