
Semua yang berkilau bukan sihir, tapi lebih cepat dari sihir—Harry Potter saja harus mengayunkan tongkatnya, sementara kamu cukup menekan tombol "Rekam", DingTalk Flash Notes sudah mulai mencatatkan untukmu!
Bukan sekadar konversi suara ke teks biasa, ini adalah cheat level dewa rapat berbasis AI. Bisa langsung mentranskripsi setiap kalimat, otomatis membedakan pembicara (meski kalian saling menyela, tetap bisa dikenali siapa "Pak Wang yang suka memotong pembicaraan"), bahkan cerdas menandai bagian penting dan membuat ringkasan. Bahkan ucapan pelanggan seperti "Saya pertimbangkan dulu ya" pun bisa ditandai merah sebagai peringatan atas pesan tersirat.
Dibanding habiskan dua jam setelah rapat mendengarkan rekaman ulang, Flash Notes memungkinkan kamu selesai mengolah poin penting sebelum rapat usai. Rapat jarak jauh? Koordinasi lintas departemen? Wawancara klien? Semuanya bisa ditangani. Pengguna pemula disarankan aktifkan fitur "pelacakan kata kunci", misalnya "anggaran" atau "batas waktu", begitu muncul langsung diberi sorotan; pengguna tingkat lanjut bisa atur sinkronisasi dengan kalender—rapat dimulai, rekaman otomatis aktif; selesai, catatan langsung dihasilkan dan dibagikan ke pihak terkait. Efisiensinya sampai bos curiga kamu diam-diam sewa asisten AI.
Email bukan cuma kotak masuk, tapi pusat kendali tugas
Siapa bilang email hanya "tempat surat masuk"? Di dunia DingTalk, email justru adalah "pusat kendali tugas" yang bersembunyi di balik format surel! Masih manual menyalin poin penting email ke daftar to-do? Sudah ketinggalan zaman—DingTalk Mail bisa satu klik ubah email menjadi tugas, bahkan tanggal deadline pun bisa terdeteksi otomatis, notifikasi langsung muncul di kalendermu. Bos tak perlu lagi tiga kali mengingatkan.
Yang lebih canggih: lampiran cukup diklik sekali lalu tersimpan otomatis ke DingTalk Cloud Drive, tak perlu bingung lagi "file tadi disimpan di mana ya?" Saat mengirim email, @rekan kerja, mereka langsung dapat notifikasi di DingTalk, komunikasi tanpa jeda. Klasifikasi cerdas otomatis memilah email kerja, pribadi, dan promosi; email prioritas tinggi bahkan muncul peringatan merah, informasi penting tak lagi tenggelam.
Dibanding operasi terpisah ala Gmail atau Outlook, DingTalk Mail terintegrasi erat dengan obrolan, persetujuan, dan kalender, sehingga tiap email bisa langsung memicu aksi. Ini bukan sekadar kotak surat, melainkan mesin kolaborasi—karena di medan pekerja, siapa paling cepat mengubah "diterima" jadi "selesai", dialah pemenangnya.
Dokumen bukan cuma Word versi online, tapi alam semesta kolaborasi
Dokumen bukan sekadar tempat mengetik, melainkan "alam semesta kolaborasi" tim! DingTalk Docs telah meninggalkan Word tradisional jauh di belakang. Tak hanya memungkinkanmu barengan mengedit dokumen yang sama dengan rekan saat minum kopi, tetapi juga bisa mengatur siapa yang hanya bisa lihat, siapa yang boleh edit, dan siapa yang hanya bisa berkomentar—kontrol izin sedetail main game strategi. Lebih canggih lagi, riwayat versi memungkinkanmu mengembalikan dokumen ke versi lama dalam satu detik meskipun ada yang tidak sengaja menghapus semua isi, tak perlu lagi menangis tanya "Siapa yang ganti PPT-ku?"
Fitur super lainnya: bisa langsung sisipkan tabel, diagram alur, polling, bahkan blok kode program, mengubah dokumen teknis jadi peta interaktif. Yang paling gila adalah integrasi mendalam dengan obrolan grup—@rekan kerja langsung dapat notifikasi, komentar bisa diubah jadi tugas, perubahan konten otomatis muncul di pengumuman grup, bos cukup geser layar ponsel sudah tahu perkembangan terbaru. Bayangkan mengadakan sesi brainstorming lewat satu dokumen: semua orang langsung isi ide, tandai prioritas, voting keputusan—ini bukan dokumen, ini ruang kendali operasi hidup!
Tiga senjata bersatu, ciptakan alur kerja tanpa hambatan
Masih manual menyalin poin rapat, lalu kirim email satu per satu untuk lacak progres? Selamat, kamu baru saja masuk "zaman prasejarah pekerja". Kehebatan sejati trio DingTalk bukan karena masing-masing kuat sendiri, tapi ketika digabungkan menjadi lini produksi mulus—Flash Notes merekam seluruh rapat, suara langsung diubah ke teks, otomatis menghasilkan catatan terstruktur, lalu disimpan tepat ke halaman proyek
Hindari jebakan ini, barulah kamu benar-benar ahli efisiensi
"Flash Notes" bisa pahami logat bos, tapi mungkin tak pahami dengusanmu. Meskipun bisa otomatis transkripsi isi rapat, di lingkungan bising atau rapat dengan banyak logat campur, terkadang "anggaran dipotong separuh" bisa salah dengar jadi "ikan rebus santan". Saran: aktifkan subtitle real-time untuk koreksi langsung, dan tandai keputusan penting ke dokumen agar nanti tak temukan catatan yang lebih rumit dari drama detektif.
DingTalk Mail memang powerful, tapi mudah jadi lubang hitam informasi—surat langganan, notifikasi sistem, CC dari rekan memenuhi kotak masuk. Jangan biarkan email mengendalikamu! Manfaatkan aturan filter untuk otomatis arsip email non-prioritas, sementara surat dari orang penting tetap ditonjolkan. Kalau tidak, meski efisien, kamu tetap jadi "mesin balas email" yang setiap hari geser ponsel.
Untuk kolaborasi dokumen, pengaturan izin sembarangan ibarat tempel rahasia perusahaan di papan pengumuman kantin. Saat bagikan tautan, pastikan pilih "hanya lihat" atau "perlu ajukan izin untuk edit", agar staf baru tak sengaja hapus seluruh proposal proyek. Buat aturan penamaan seragam, misalnya "nama_proyek_versi_tanggal", rutin bersihkan file lama, gunakan template standar, agar output tim tak seperti lomba menulis bebas.
Pengingat terakhir: sehebat apa pun alatnya, tak bisa menyelamatkan kebiasaan buruk komunikasi seperti "sudah baca tapi tak dibalas", atau "ubah puluhan kali tapi tak jelaskan dengan jelas". Daripada berharap teknologi ajaib, lebih baik sepakati tata tertib komunikasi dulu. Kalau tidak, trio hebat ini malah jadi tiga orang bodoh bikin kacau kantor.
We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at
Using DingTalk: Before & After
Before
- × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
- × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
- × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
- × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.
After
- ✓ Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
- ✓ Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
- ✓ Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
- ✓ Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.
Operate smarter, spend less
Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.
9.5x
Operational efficiency
72%
Cost savings
35%
Faster team syncs
Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

Bahasa Indonesia
English
اللغة العربية
Bahasa Melayu
ภาษาไทย
Tiếng Việt
简体中文 