
Dering—sebuah benda hitam berbentuk persegi panjang muncul di meja, seolah-olah ditinggalkan agen rahasia. Ini bukan alat penyadap ala 007, melainkan DingTalk A1. Ukurannya ringkas seperti kartu kredit generasi terbaru, bobotnya ringan, dan ketebalannya lebih tipis dari dompet—muat sempurna di saku dalam jas tanpa menggembung. Benar-benar dirancang khusus untuk "mata-mata rapat". Permukaannya menggunakan bahan matte anti-sidik jari yang tidak licin, dengan hanya dua tombol: satu untuk daya sekaligus merekam, satu lagi tombol multifungsi untuk membangkitkan AI. Desainnya begitu sederhana hingga pengguna awam pun langsung paham. Kelengkapannya hanya satu kabel Type-C, kesederhanaan yang nyaris terasa angkuh.
Jangan pandang sebelah mata bentuknya yang mini. Di dalamnya tertanam chip audio AI 6nm berdaya rendah, layaknya "CPU telinga", yang memungkinkannya tetap aktif menangkap suara selama berhari-hari tanpa kehabisan daya—tidak seperti alat perekam konvensional yang tiba-tiba mati di tengah rapat. Perangkat keras bukan sekadar casing dan baterai, melainkan fondasi fungsi AI—posisi mikrofon yang presisi, desain rongga akustik internal, semuanya disiapkan agar bisa benar-benar "memahami ucapan manusia". Ini bukan alat perekam biasa, melainkan agen rapat bersuara AI yang tampil rendah hati namun canggih, bertugas mengumpulkan informasi lisan, bahkan atas izin bos Anda.
Kemampuan Mendengar AI yang Luar Biasa: Menemukan Inti Emas dari Kebisingan
"Hei, tadi kamu bilang apa? Suara proyek pembangunan terlalu keras!"—Kalimat ini kerap terdengar dalam rapat sebelumnya, tapi di hadapan DingTalk A1, kebisingan hanyalah lelucon latar belakang. Jangan dikira ia hanya menambah jumlah mikrofon. Chip audio AI 6nm yang tersembunyi dalam bodi sebesar kartu kredit ini ibarat ahli bedah saraf di dunia pendengaran—mampu secara tepat menghilangkan "tumor" suara bising dari deru lalu lintas atau mesin kopi, meninggalkan suara manusia yang murni.
Dalam uji coba di sebuah kedai teh di Mong Kok, lima orang berbicara serempak memesan makanan sekaligus membahas kerja sama. A1 menggunakan empat mikrofonnya seperti radar, melacak sumber suara setiap mulut, lalu otomatis memisahkan dan menandai pembicara. Akurasi transkripsi bahasa Mandarin mendekati naskah harfiah; bahkan campuran Kanton–Inggris seperti "唔該晒" (ng goi saai) dan "make sense嘅" (yang masuk akal) dapat dikenali dan diurai, seolah-olah ada penerjemah simultan trilingual tinggal di dalam mesin. Lebih menakjubkan lagi, ia tidak hanya "mendengar", tapi juga "menangkap inti"—siapa yang mengusulkan apa, siapa yang setuju melakukan sesuatu, semuanya dicatat diam-diam, menjadi dasar bagi tahap pengolahan AI berikutnya. Ini bukan sekadar merekam, melainkan pemberontakan cerdas yang telah direncanakan.
Sebelum Rapat Selesai, Daftar Tugas Sudah Otomatis Dibuat
Saat rapat baru saja berakhir, banyak orang masih berkutat dengan perdebatan tadi, sedangkan DingTalk A1 sudah diam-diam mengubah medan pertempuran itu menjadi peta operasi yang rapi. Jangan kira ia hanya mengubah suara ke teks lalu selesai—sekretaris AI ini justru hebat karena mampu langsung mengidentifikasi "siapa harus melakukan apa dan kapan" dari kekacauan diskusi. Saat Anda masih asyik mengenang betapa briliannya argumen Anda tadi, A1 sudah mengubah kalimat santai bos seperti "Xiao Wang, kirimkan penawaran ke klien sebelum minggu depan" menjadi daftar tugas, lengkap dengan tanggal jatuh tempo dan penanggung jawab.
Yang lebih ajaib lagi, ia mampu "memahami konteks". Saat klien mengeluh "pengiriman terlalu lambat" dalam rapat penjualan, A1 tidak hanya mencatatnya, tetapi juga membuat tugas yang bisa disinkronkan ke CRM: "Optimalkan proses logistik", lalu menugaskannya ke departemen rantai pasok. Setelah wawancara kerja, ia bahkan bisa merangkum tiga kelebihan dan dua kekhawatiran utama calon karyawan, seperti konsultan SDM yang tenang. Ini bukan cuma menghemat waktu mengetik, melainkan menyembuhkan langsung "amnesia pasca-rapat", penyakit kronis dunia kerja.
Komunikasi Internasional Tanpa Hambatan: Penerjemah Simultan Pribadi Anda
"Excuse me, could you repeat that?"—Anda sudah malu mengucapkan kalimat ini tiga kali dalam rapat internasional. Namun sejak menyimpan DingTalk A1 di saku, alat ini seolah menjadi "duta besar pribadi" Anda, mengobati segala gejala grogi akibat tidak paham bahasa asing. Ia mendukung terjemahan dua arah real-time dalam berbagai bahasa, termasuk Tiongkok, Inggris, Jepang, dan Korea. Saat klien Inggris menjelaskan permintaan dengan cepat menggunakan aksen London, A1 langsung menampilkan terjemahan Tionghoa yang jelas di layar, bahkan partikel seperti "erm..." diterjemahkan menjadi "Hmm... solusi ini bisa kita pertimbangkan".
Lebih hebat lagi, ia tidak hanya menerjemahkan kata demi kata, tapi juga memahami konteks. Saat klien Jepang berkata "検討します" (kentō shimasu), A1 tidak membodohi dengan menerjemahkannya sebagai "kami akan mengkritik", melainkan secara otomatis menafsirkannya sebagai "akan dievaluasi lebih lanjut", sehingga Anda tidak salah sangka mereka sedang meminta maaf. Meski demikian, saat menghadapi rekan kerja India yang berbicara campuran Inggris–Hindi ("Hinglish"), atau insinyur yang penuh istilah teknis seperti "quantum annealing", terkadang terjemahan bisa error. Saran: sambil mendengarkan, sesekali sesuaikan secara manual kata kunci penting—seperti memberinya alat bantu dengar pada AI, hasilnya langsung meningkat.
Apakah Layak Dibeli? Hitung Biayanya, Anda Akan Mengerti
"Alat ini lebih andal daripada ingatan saya." Begitu kata seorang manajer penjualan setelah mencoba DingTalk A1 selama seminggu. Jangan ragu, ia tidak sedang memuji kualitas rekaman, melainkan kagum karena A1 bisa mengubah kunjungan klien selama tiga puluh menit menjadi catatan rapat dengan garis waktu, penandaan poin penting, dan daftar tindakan—dan langsung tersinkronisasi ke kalender DingTalk. Hitung biayanya: alat perekam kelas atas harganya HK$1.200, layanan transkripsi outsourcing bisa mencapai HK$8.000 per tahun. A1 dibeli sekali saja seharga HK$2.499, semua fitur AI—transkripsi, terjemahan, ringkasan—sudah termasuk. Cukup digunakan dua tahun, biaya sudah kembali.
Siapa yang paling butuh? Tim sales yang tiap hari temui klien, HR yang wawancarai lima orang sehari, PM yang dikejar rapat, dosen yang harus buat catatan kuliah—jika Anda sering memperpanjang jam kerja karena "tunggu, saya cek dulu tadi kita bicara apa", maka A1 adalah tiket Anda untuk merebut kembali waktu. Namun harus jujur dikatakan: A1 sangat bergantung pada ekosistem DingTalk; pengguna non-DingTalk hanya bisa pakai separuh fungsinya. Dalam mode offline, alat ini hanya bisa merekam—fitur terjemahan real-time dan sinkronisasi cloud membutuhkan internet. Untuk rapat sensitif, disarankan matikan unggahan secara manual. Tapi bayangkan, jika Anda hemat satu jam per hari untuk mengatur rapat, dalam setahun itu berarti 250 jam—cukup untuk pulang lebih awal selama satu buluh penuh.
We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at
Using DingTalk: Before & After
Before
- × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
- × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
- × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
- × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.
After
- ✓ Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
- ✓ Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
- ✓ Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
- ✓ Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.
Operate smarter, spend less
Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.
9.5x
Operational efficiency
72%
Cost savings
35%
Faster team syncs
Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

Bahasa Indonesia
English
اللغة العربية
Bahasa Melayu
ภาษาไทย
Tiếng Việt
简体中文 