Bukan Hanya Perekam Suara, Ini Asisten AI Anda

Bukan cuma perekam suara, ini bahkan musuh alami bos di kantor yang bisa berbicara. Dengan kehadiran DingTalk A1 edisi unggulan, perekam suara konvensional langsung terasa kuno—kotak hitam seukuran telapak tangan ini dilengkapi model besar khusus konteks bahasa Tiongkok buatan DingTalk, mampu memahami kalimat kabur seperti "kira-kira", "mungkin perlu", atau "kalian atur saja". Ia lalu mengubahnya menjadi instruksi jelas seperti "Wang Wu, kumpulkan proposal Senin depan". Berbeda dengan Sony yang hanya menyimpan file audio atau Zoom yang sekadar mengonversi suara ke teks, A1 langsung melompati tahap "pengolahan setelah rapat", mengurai percakapan secara langsung menjadi daftar tugas, keputusan, dan ringkasan utama, serta terintegrasi dalam alur kerja kolaborasi perusahaan.

Dapur pacunya ditenagai chip audio AI 6nm hemat daya, tidak hanya membuat akurasi pengenalan suara menembus angka 98%, tetapi juga mendukung masa pakai baterai hingga 12 jam—tidak perlu khawatir mati saat rapat panjang. Lebih penting lagi, A1 bisa membedakan antara "keluhan" dan "keputusan". Misalnya, saat mendengar "Saya tidak puas dengan solusi ini", ia tidak akan asal membuat tugas. Namun begitu ada lanjutan "Kalau begitu pakai rencana B saja", sistem langsung membuat item aksi dan menyinkronkannya ke grup DingTalk—bukan mencatat pasif, tapi mengelola aktif. Inilah transformasi nyata dari alat biasa menjadi asisten pribadi berbasis suara AI.



Rapat Lima Menit, Catat Dua Jam? Serahkan pada A1

Rapat lima menit, catat dua jam? Jangan panik, A1 sedang menulis untuk Anda. Dulu, usai rapat, catatan hanya berisi pertanyaan seperti "Siapa yang harus urus itu tadi?" Kini cukup letakkan DingTalk A1 di atas meja, ia akan bertindak seperti magang rajin berkacamata hitam, mendengarkan seluruh diskusi dengan saksama. Siapa yang bicara, mana pernyataan penting, mana omong kosong (maaf, bos), semuanya dibedakan dengan jelas. Saat bos berkata santai, "Sebelum Rabu minggu depan saya ingin lihat draftnya", A1 langsung membuat daftar tugas di grup DingTalk, menugaskan anggota proyek, lengkap dengan tenggat waktu—seolah-olah dialah satu-satunya orang yang benar-benar paham KPI.

Yang lebih mengesankan, meski tim berdebat dalam bahasa Inggris, rapat kecil dalam bahasa Jepang, atau guyonan dalam bahasa Kanton, A1 dapat menerjemahkan semuanya secara instan ke dalam ringkasan struktural berbahasa Mandarin. Pembicara ditandai, poin penting dicetak tebal, daftar tindakan disusun lebih rapi daripada daftar belanja ibu. Rapat lintas negara tak lagi bergantung pada tebakan, tapi pada terjemahan akurat oleh A1. Ia bukan hanya mendengar ucapan Anda, tetapi benar-benar memahami "apa yang sebenarnya harus dilakukan"—karena di dunia kerja, memahami makna di balik kata adalah keterampilan bertahan hidup tertinggi.



Visit Sales Tanpa Hafalan, A1 Ubah Suara Pelanggan Jadi Daftar Tindakan

Dulu, tenaga penjual saat kunjungan pelanggan seperti menjalani misi mustahil: tersenyum paksa sambil mendengarkan kebutuhan, diam-diam mengetik catatan di laptop, khawatir kehilangan kalimat seperti "Anggarannya sekitar 300 ribu... mungkin." Kini dengan DingTalk A1 edisi unggulan, sales akhirnya bisa melepaskan tangan dari keyboard dan fokus membaca ekspresi wajah pelanggan—karena faktor penentu closing sering kali bukan presentasi PPT, tapi desahan pelan: "Sejujurnya, kami paling khawatir soal kebocoran data."

A1 tidak hanya merekam, ia benar-benar "memahami bahasa manusia". Secara otomatis menandai kata kunci masalah, mengenali keraguan atau ketertarikan dalam intonasi suara, bahkan mampu mengartikan kalimat "Coba ceritakan lebih lanjut" sebagai sikap acuh atau peluang tersembunyi. Hanya dalam lima detik usai wawancara, sistem mengirimkan laporan terstruktur berisi "tuntutan inti pelanggan", "analisis peran rantai pengambil keputusan", dan "peringatan risiko", bahkan sudah mencantumkan kontrak contoh apa yang harus dikirim selanjutnya.

Xiao Wang, tenaga penjual di perusahaan SaaS, menggunakan A1 untuk menangkap bahwa klien menyebut "sertifikasi ISO" sebanyak tiga kali namun tidak tercatat. Dengan cepat ia menyesuaikan proposal, mempercepat siklus closing hingga 30%. Ia bercanda, "Dulu andalkan otak, sekarang andalkan A1—akhirnya otak saya bisa pensiun."



Dari Wawancara hingga Pelatihan, A1 Jadikan Manajemen SDM Tak Bergantung pada Ingatan

Dulu, usai wawancara, HR memberi penilaian berdasarkan ingatan kabur, seolah menulis novel. Usai pelatihan, instruktur harus begadang mengolah catatan, seperti pekerja pengetahuan dalam budaya 996. Sekarang, cukup tekan satu tombol A1, pernyataan kandidat seperti "Saya ahli dalam kolaborasi lintas departemen" langsung ditandai sebagai "bukti kemampuan komunikasi". Sistem secara otomatis mencocokkan dengan model jabatan, bahkan keraguan sepersekian detik saat bicara dimasukkan ke dalam "indeks kejujuran". Tenang, kami tidak melakukan pengenalan wajah, hanya analisis wicara.

Untuk pelatihan internal, baru saja instruktur mengatakan "KPI bukan alat hukuman", A1 sudah menghasilkan catatan belajar dengan judul bab, menjelaskan sendiri "perbedaan OKR dan KPI", serta membuat kuis ulang: "Berikan contoh kapan harus menggunakan OKR." Manajer melihatnya hampir saja mengira mereka telah merekrut asisten lulusan Ivy League. Semua data diproses secara lokal dengan enkripsi tinggi, hanya bisa diakses oleh anggota berizin. Bahkan server DingTalk tidak bisa melihat file audio mentah—tingkat kepatuhan yang begitu tinggi sampai bagian hukum ingin memberinya penghargaan.



Beli Sekarang Bukan Cuma Dapat Perangkat, Tapi Investasi Alur Kerja Masa Depan

Membeli DingTalk A1 edisi unggulan sekarang bukan sekadar membeli perangkat keras, tapi memesan kantor masa depan—yang bahkan bisa belajar dan berkembang sendiri. Jangan kira transaksi selesai begitu alamat terisi. Yang sesungguhnya hebat adalah rangkaian "pilar AI tersembunyi" setelahnya: usai rapat, rekaman otomatis diubah ke teks, kesimpulan penting langsung dikirim lewat pesan DingTalk, bahkan waktu Anda menguap jauh lebih cepat daripada rekan yang masih sibuk mencatat. Daftar tugas? Langsung masuk kalender. Transkrip harfiah? Rapi tersimpan di cloud dengan folder terorganisir. Bahkan saat bos bertanya, "Siapa yang dulu bilang mau ubah PPT?", A1 bisa menemukan kalimat tersebut tepat pukul 16.12 siang tiga minggu lalu.

Inilah bukan perekam suara, melainkan asisten cerdas yang terus belajar, tidak pernah izin sakit, tidak minta uang lembur, dan tidak akan melewatkan poin penting karena semalam nonton drama. Daripada tiap bulan menghabiskan uang untuk asisten manusia yang bisa mengantuk, lebih baik investasi sekali, biarkan A1 siap siaga 24 jam, mengubah setiap "eh… tadi saya mau bilang apa" menjadi daftar aksi bernilai emas.



We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.. With a skilled development and operations team and extensive market experience, we’re ready to deliver expert DingTalk services and solutions tailored to your needs!

Using DingTalk: Before & After

Before

  • × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
  • × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
  • × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
  • × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.

After

  • Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
  • Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
  • Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
  • Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.

Operate smarter, spend less

Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.

9.5x

Operational efficiency

72%

Cost savings

35%

Faster team syncs

Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

WhatsApp