
Selamat datang di alam DingTalk, di sini kami tidak menjual pil ajaib, tetapi bisa mengubah Anda dari "pecundang pemalu" menjadi "ninja kantor". Tahap pertama: ikat akun jiwa Anda! Jangan asal mengunduh versi pribadi dan menggunakannya sebagai aplikasi komunikasi sehari-hari—itu untuk janjian nonton drama atau makan bersama. Versi perusahaanlah yang menjadi jimat karier Anda. Cara yang benar adalah: buka tautan undangan yang dikirim atasan atau pindai kode QR untuk masuk ke grup, seperti membuka misi rahasia dan memasuki struktur organisasi. Saat mendaftar, jangan gunakan nama seperti "Cute888" atau "Xiang Ganteng", untuk foto profil gunakan potret setengah badan yang jelas, dan nama panggilan gunakan nama asli Anda. Kalau tidak, saat rapat daring Anda dipanggil, Anda akan malu sampai ingin menyusup ke bawah tanah.
Setelah login, segera lengkapi lima pengaturan penting: sesuaikan preferensi notifikasi agar tidak dibombardir suara "ding" di tengah malam, atur dashboard kerja dengan menempatkan aplikasi yang sering digunakan di posisi atas, aktifkan verifikasi dua langkah untuk mencegah peretas, ubah ke bahasa Tiongkok tradisional agar nyaman dilihat, serta berikan izin penyimpanan awan agar dokumen otomatis dicadangkan. Peringatan khusus: pastikan mengikat nomor ponsel, jika tidak sistem akan menganggap Anda karyawan hantu, sinkronisasi struktur organisasi gagal, bahkan absen pun tidak bisa menemukan departemen Anda. Jangan daftar dengan Gmail! Email perusahaan adalah kartu akses Anda; jika tidak, pesan internal akan macet total, ibarat terjebak selamanya di ruang istirahat.
Berbicara bukan sekadar ngobrol, tapi tangga tak kasatmata dalam sosialisasi kantor
Selamat! Anda telah berhasil mengikat akun jiwa, kini resmi memasuki era "ekspresi mikro" sosial kantor di DingTalk! Jangan anggap remeh obrolan, ini adalah momen krusial bagi Anda untuk naik tangga tak terlihat. Hari pertama kerja, jangan diam seperti tanaman hias di ruang istirahat. Kirim satu pesan seperti: "Selamat pagi rekan-rekan senior, saya karyawan baru Xiao Chen, mohon bimbingannya~" ditambah emoji senyum secukupnya, jarak langsung terasa lebih dekat. Ingat, "sudah dibaca tapi tidak dibalas" bukan berarti dingin, melainkan ritual membaca ritme—jika atasan sudah baca tapi tiga jam belum membalas, artinya tidak mendesak; jika langsung baca tapi tak kunjung balas? Mungkin sedang rapat, jangan spam DING.
"DING sekali" adalah senjata nuklir, bukan alat menyapa! Hanya digunakan untuk urusan darurat, kalau tidak Anda bisa diblokir secara kolektif. Saat obrolan privat, jangan membuat percakapan mati. Gunakan format saat bertanya prosedur: "Mau konfirmasi apakah proses reimburse harus isi formulir sistem dulu?" Saat minta bantuan, tambahkan pelunak: "Kalau sempat, bisakah Anda tunjukkan cara arsip kontrak?" Perkenalkan diri secara ringkas dan mudah diingat: "Saya Xiao Wang yang suka pakai laptop warna biru, ahli membuat Excel menangis."
Peringatan zona bahaya: mengirim pesan larut malam dengan kalimat "Maaf mengganggu" disertai sepuluh pesan, sama saja dengan bunuh diri sosial di tempat kerja; menandai semua orang di grup besar dengan pertanyaan "Stopkontak meja saya di mana?" bisa membuat besok Anda dijuluki "Mas Stopkontak". Obrolan bukan sekadar ngobrol santai, melainkan pertunjukan keramahan yang direncanakan matang—jika dimainkan dengan baik, jalan menuju jagoan kantor pun dimulai.
Absen hanyalah permulaan, jadwal Anda dijaga oleh asisten AI
Absen hanyalah bentuk bertahan hidup mekanis, manajemen jadwal barulah langkah pertama evolusi kantor! Jangan lagi mengira DingTalk hanya untuk "menekan tombol absen", karena Anda telah melewatkan asisten kantor cerdas berbasis AI Anda. Mengatur aturan absen fleksibel sangat mudah—dinas luar kantor? Izin susulan? Cukup ajukan lewat satu klik, atasan langsung menyetujui, tidak perlu lagi pura-pura "kebetulan lewat" di ruang istirahat demi mencari tanda tangan.
Manfaatkan modul "Laporan Harian", sistem otomatis membuat ringkasan pekerjaan tiap hari sebelum pulang, atasan langsung berkomentar: "Karyawan baru ini benar-benar paham!" Undangan rapat tersinkronisasi ke kalender, bisa atur pengingat sebelumnya, bahkan kaktus peliharaan Anda pun lebih tepat waktu daripada Anda dulu, tapi kini Anda tidak akan terlambat lagi. Ini dia intinya: ubah perintah atasan "buatkan laporan" menjadi "tugas yang harus diselesaikan", pecah menjadi sub-tugas, bagikan kepada rekan kerja, tarik garis progres, status proyek menjadi jelas seperti menu warung sarapan.
Pemula sering keliru menggunakan "Laporan Harian" seperti "catatan harian" dan menulis curhatan hati, lalu atasan membaca: "Hari ini capek banget, pengin makan oyster pancake"—tenanglah, ini platform kerja, bukan tempat curhat emosional. Juga jangan lupa atur izin berbagi jadwal, kalau tidak seluruh perusahaan akan tahu bahwa "konsultasi keuangan pribadi" Anda setiap Rabu sore sebenarnya cuma pergi potong rambut.
Dokumen tidak akan hilang, semua berkat brankas awan ini
Dokumen tidak akan hilang, semua berkat brankas awan ini! Berhenti menggunakan flashdisk sampai kaki pegal, mengirim versi salah, atau mengirim file bernama "Versi Final_v3_Beneran Final" ke seluruh perusahaan. DingPan dan Knowledge Base ibarat alter ego digital bagi orang pemalu—unggah dokumen langsung tersinkronisasi, tidak perlu lagi berkeringat dingin saat atasan bertanya: "Punya Anda mana?"
Pelajaran pertama bagi pemula: buat struktur dua lapis, "Folder Siap Tempur Pribadi" dan "Ruang Operasi Tim", atur izin rekan kerja sebagai "hanya lihat" atau "bisa edit", data sensitif jangan sampai salah klik "bisa dilihat seluruh perusahaan"! Salah hapus? Tidak masalah, riwayat versi bisa dikembalikan hingga tiga hari lalu, lebih andal daripada ingatan manusia.
Operasi tingkat lanjut: langsung adakan rapat di dokumen daring! Banyak orang bisa mengedit laporan bersamaan, menyisipkan voting untuk tentukan tempat makan siang, menyematkan dashboard penjualan real-time, bos pun terkejut: "Kalian sudah selesai secepat ini?" Tapi peringatan: mengedit offline tanpa manual sinkronisasi sama saja dengan memerankan tragedi menimpa diri sendiri.
Dari mengunggah draf, menandai rekan untuk tinjauan, menggabungkan catatan, hingga mengarsipkan—semua jejak tetap tercatat, data laporan kuartalan bisa diambil sewaktu-waktu. Ini bukan sekadar kolaborasi, melainkan menyiapkan fondasi bagi pertumbuhan Anda.
Dari pekerja biasa menjadi tokoh kunci, pertumbuhan Anda tersimpan dalam data
"Ding——" Anda pikir ini hanya nada notifikasi DingTalk? Salah! Ini adalah bel pembuka kemampuan super karier Anda! Berhenti menggeser ponsel diam-diam di ruang istirahat, sekarang saatnya membuka "Dashboard Kerja" dan temukan kode promosi tersembunyi di balik angka-angka. Tingkat penyelesaian tugas 97%? Rata-rata membalas pesan dalam 12 menit? Angka-angka ini bukan sembarang data, melainkan surat cinta tak terlihat yang Anda tulis untuk bos.
Rahasia kecil: "Tokoh Kunci" yang selalu ditunjuk presentasi di divisi itu sebenarnya hanya pandai menggunakan aktivitas grup sebagai peta sosial—siapa yang paling sering bicara, siapa yang paling cepat menyelesaikan tugas, semuanya terlihat jelas. Ikuti petunjuknya, bergaul dengan orang tepat, lakukan hal yang benar, jauh lebih efektif daripada lembur. Ada juga progress bar di "Pusat Pembelajaran", jangan hanya fokus menyelesaikan kursus, tapi tangkap layar dan lampirkan di laporan kuartalan: "Pada kuartal ini menyelesaikan 5 pelatihan manajemen proyek, efisiensi kolaborasi meningkat 30%", langsung berubah dari pekerja biasa menjadi kandidat potensial.
Yang lebih hebat lagi: ekspor log proyek sebagai bukti kinerja, gunakan data untuk membantah tuduhan "akhir-akhir ini kamu tampaknya tidak produktif". Terakhir, jangan lewatkan alat pihak ketiga di "Pusat Aplikasi", integrasikan CRM atau alat kolaborasi desain, bangun alur kerja digital khusus Anda. Ketika orang lain masih sibat dikejar proses, Anda telah menjadi orang yang mendefinisikan ulang proses tersebut.
We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at
Using DingTalk: Before & After
Before
- × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
- × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
- × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
- × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.
After
- ✓ Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
- ✓ Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
- ✓ Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
- ✓ Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.
Operate smarter, spend less
Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.
9.5x
Operational efficiency
72%
Cost savings
35%
Faster team syncs
Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

Bahasa Indonesia
English
اللغة العربية
Bahasa Melayu
ภาษาไทย
Tiếng Việt
简体中文 