Kotak email DingTalk mampu menampung berapa banyak? Bocoran resmi dari sumber utama

Kotak email DingTalk mampu menampung berapa banyak? Bocoran resmi dari sumber utama

Apakah Anda mengira kotak email DingTalk adalah "gudang digital" dengan kapasitas tak terbatas? Bangunlah, kenyataannya lebih mirip loker kecil—jika terlalu banyak barang dimasukkan, pintunya bahkan tidak bisa tertutup! Menurut dokumen teknis terbaru di situs resmi DingTalk, kapasitas kotak email untuk pengguna gratis umumnya hanya 5GB. Ya, hanya sebesar itu, dan ruang tersebut harus diperebutkan bersama lampiran, email terkirim, spam, serta draf. Jangan kira Anda aman hanya karena "tidak pernah mengunggah file besar"—satu file PDF beresolusi tinggi atau dokumen desain mentah bisa mencapai ratusan MB. Beberapa email seperti ini saja sudah cukup membuat ruang penyimpanan lenyap dalam sekejap.

Lantas bagaimana dengan versi berbayar untuk perusahaan? Kabar baiknya, kapasitasnya bisa ditingkatkan secara signifikan, dengan beberapa paket yang mendukung 10GB per orang atau bahkan lebih, dikonfigurasi secara terpusat oleh administrator, sangat cocok untuk tim yang membutuhkan komunikasi intensif. Tapi inilah intinya: angka 5GB atau 10GB itu adalah "ruang akun total", bukan "ruang yang tersedia"! Sistem juga memakan sedikit ruang untuk cache dan indeks, sehingga kapasitas nyata yang bisa digunakan justru lebih kecil. Jadi alih-alih berharap kapasitas akan membesar sendiri, lebih baik mulai bersihkan sekarang juga "cadangan penting" dari tiga tahun lalu—yang kemungkinan besar isinya sudah Anda lupa sama sekali.



Lima tanda peringatan saat kapasitas hampir penuh, berapa banyak yang sudah Anda alami?

Ding! Kotak email DingTalk kembali memberi notifikasi lembut—tapi kali ini bukan pesan baru, melainkan erangan sistem: "Pengguna yang terhormat, ruang penerimaan Anda sudah padat seperti kereta bawah tanah Hong Kong saat jam sibuk, sampai-sampai jiwa pun ikut terlipat." Saat kapasitas hampir mencapai batas maksimal, kotak email tidak langsung mogok, tetapi akan menampilkan serangkaian "drama sesak napas digital".

Apakah Anda pernah mencoba mengunggah file proposal PDF, tapi ditolak dingin oleh sistem? Atau mencari kata kunci "laporan Q3" seperti mencari emas di tengah pasir, sampai minumannya dingin duluan? Lebih absurd lagi, kolega Anda membalas email, namun Anda tidak merespons—padahal sebenarnya email tersebut terjebak di luar dan tidak bisa masuk. Bahkan sinkronisasi draf mulai kacau waktu, tulisan kemarin hari ini tiba-tiba hilang—ini bukan kejadian mistis, melainkan gejala awal kekurangan oksigen pada kotak email!

Jangan pura-pura tidak melihat peringatan sistem! Kalimat seperti "Saya cuma meneruskan tiga file PDF..." sama saja seperti bilang "Saya cuma mengunyah sedikit" saat makan biskuit, padahal seluruh bungkusnya sudah menjadi debu. Menunggu sampai tidak bisa menerima email baru sebelum membersihkan ruang? Saat itu tiba, situasinya sudah seperti bencana digital.

Hapus manual vs pemangkasan otomatis, mana yang lebih efektif?

Hapus manual vs pemangkasan otomatis, mana yang lebih efektif? Ini ibarat membersihkan kamar—apakah Anda tipe orang yang menangis haru sambil membaca surat cinta lama, lalu merobeknya perlahan-lahan ala sastrawan? Atau tipe yang langsung menekan "pilih semua + hapus", membiarkan sistem melakukan pembatasan diri secara tegas? Saat kapasitas kotak email DingTalk hampir penuh, dua aliran ini resmi bertarung!

Pendukung metode manual bersikeras bahwa "melakukan sendiri lebih tenang": buka aplikasi, klik folder "Spam" dan "Terkirim", lalu hapus satu per satu sampai dunia terasa sunyi. Kelebihannya adalah kontrol yang presisi, risiko salah hapus rendah; kelemahannya—Anda mungkin baru menghapus notifikasi rapat ke-87, tiba-tiba mulai meragukan makna hidup. Lebih parah lagi, setelah selesai menghapus, ternyata kapasitas hanya berkurang 3%, karena penyebab utama penyumbatan justru file presentasi produk 2019.pptx yang tersembunyi di sudut.

Aliran otomatis jauh lebih cerdas: aktifkan fitur "pembersihan email kedaluwarsa otomatis" bawaan DingTalk, atur agar email lebih dari enam bulan lalu dipindahkan ke arsip atau dihapus; atau integrasikan dengan alat manajemen email Alibaba Cloud untuk sekali klik memindai lampiran besar dan email yang tidak pernah dibuka. Hemat waktu lebih dari 80%, tetapi waspadai "terlalu bersih"—bagaimana jika instruksi rahasia bos ikut terhapus otomatis? Disarankan untuk centang dulu opsi "perlindungan email penting", baru kemudian aktifkan pemangkasan otomatis, agar prosesnya aman dan nyaman.



Lampiran adalah pembunuh kapasitas? Kuasai tiga jurus ini untuk ringankan beban

Pernahkah Anda sadar bahwa biang keladi yang benar-benar membuat kotak email DingTalk "kerja lembur sampai kolaps" bukanlah deretan panjang email teks, melainkan monster lampiran yang bersembunyi di baliknya? Satu foto produk beresolusi tinggi, satu rekaman rapat belum diedit, bisa langsung menyedot ratusan MB, ibarat mesin pembuat biskuit kompresi di dunia kapasitas! Jangan biarkan mereka diam-diam menguasai ruang Anda.

Jurus pertama, ganti lampiran dengan tautan: alih-alih menyematkan file ke email, unggah dulu ke Ding Drive, lalu bagikan tautannya. Ruang penyimpanan terhemat, tim pun bisa mengedit bersama secara sinkron—dua burung dengan satu batu. Jurus kedua, kompresi dulu, baru kirim: gunakan alat kompresi untuk memperkecil ukuran file PDF atau ZIP sebelum dikirim, terutama gambar desain atau laporan—memangkas separuh ukuran bukan hal mustahil. Jurus ketiga paling cerdas—pindahkan otomatis ke cloud: atur aturan agar DingTalk secara otomatis memindahkan lampiran besar ke penyimpanan cloud, menjaga aksesibilitas sekaligus meringankan beban lokal.

Bukan sekadar membersihkan gudang, ini adalah peningkatan pola kolaborasi: bekerja ringan, baru efisiensi bisa melesat.



Upgrade atau pindah rumah? Saat kapasitas benar-benar tidak cukup

Saat Anda telah mengompresi setiap lampiran menjadi paket mini, bahkan foto grup sepuluh tahun lalu sudah dipindahkan ke Ding Drive, tetapi sistem tetap menampilkan peringatan "kapasitas hampir penuh"—jangan ragu, ini bukan email yang sedang ngambek, melainkan bisnis Anda yang benar-benar berkembang. Seperti tas sekolah masa kecil yang tidak muat lagi untuk buku pelajaran SMA, daripada setiap hari membuang sampah, lebih baik pertimbangkan untuk ganti tas yang lebih besar.

Kapasitas kotak email versi gratis DingTalk memang cukup untuk kebutuhan harian, namun bagi tim yang sering bertukar file besar atau memiliki riwayat email bertahun-tahun, upgrade ke versi profesional atau perusahaan merupakan pilihan wajar. Versi profesional tidak hanya menyediakan penyimpanan cloud hingga skala TB, tetapi juga mendukung manajemen izin dan fungsi arsip yang lebih canggih, mengubah data perusahaan dari tumpukan semrawut menjadi gudang cerdas yang teratur.

Tentu saja, ada alternatif lain: pindah ke email perusahaan Alibaba atau Microsoft 365. Yang pertama terintegrasi sempurna dengan ekosistem DingTalk, sedangkan yang kedua kompatibel secara internasional. Namun proses migrasi bisa seperti perusahaan pindahan yang kehilangan sofa—perlu waktu untuk mengatur ulang struktur email dan menguji stabilitas sinkronisasi. Dari segi biaya, langganan jangka panjang belum tentu lebih hemat dibanding upgrade akun DingTalk, terutama bagi tim yang sudah sangat dalam menggunakan alat kolaborasi DingTalk.

Lebih baik sekali selesaikan akar masalah, daripada setiap hari main whack-a-mole dengan peringatan kapasitas. Upgrade atau pindah? Kuncinya bukan pada fitur yang paling mewah, melainkan solusi mana yang membuat alur kerja Anda bisa "bernapas dengan lancar".



We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.. With a skilled development and operations team and extensive market experience, we’re ready to deliver expert DingTalk services and solutions tailored to your needs!

Using DingTalk: Before & After

Before

  • × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
  • × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
  • × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
  • × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.

After

  • Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
  • Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
  • Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
  • Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.

Operate smarter, spend less

Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.

9.5x

Operational efficiency

72%

Cost savings

35%

Faster team syncs

Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

WhatsApp