Subjudul otomatis bukan sihir, tapi lebih hebat dari sihir

Anda kira subjudul otomatis adalah AI yang sedang membaca mantera secara langsung? Sebenarnya, di balik layar terjadi pertarungan sengit antara pengenalan suara (ASR) dan pemrosesan bahasa alami (NLP)! Subjudul otomatis Cina-Inggris dalam rapat DingTalk bukanlah mendengarkan dulu lalu menerjemahkan, melainkan empat langkah instan: "dengar → identifikasi → terjemahkan → tampilkan". Fitur ini bisa sekaligus menangkap logat Mandarin plastik Anda atau bahasa Inggris ala Hong Kong rekan kerja, lalu menggunakan model pembelajaran mendalam untuk menyaring kesalahan ucapan dan kata isian, bahkan memahami kalimat tidak lengkap seperti "itu... eh... kita harus kejar KPI di Q3", dan mengubahnya menjadi teks subjudul yang rapi.

Dibandingkan dengan subjudul Zoom yang sering menerjemahkan "Alibaba" menjadi "Alibaba membuka Taobao", tingkat akurasi DingTalk dalam konteks bahasa Tionghoa mencapai lebih dari 92%, dengan latensi kurang dari 2 detik. Mendukung pidato campuran bahasa Mandarin, Inggris, dan Kanton—tidak masalah jika Anda bercampur bahasa saat berbicara cepat. Namun tentu saja, jika Anda berbicara sambil makan ayam goreng atau Wi-Fi lambat seperti siput, AI pun tak bisa menolong. Ingin subjudul lebih akurat? Jagalah mikrofon, dan juga pelafalan Anda.



Subjudul bilingual Cina-Inggris ditampilkan secara bersamaan? DingTalk benar-benar bisa!

Subjudul bilingual Cina-Inggris ditampilkan secara bersamaan? DingTalk benar-benar bisa! Jangan ragu, ini bukan adegan film fiksi ilmiah—ketika Anda mengadakan rapat menggunakan DingTalk, benar-benar akan muncul subjudul bahasa Tionghoa dan Inggris secara bersamaan di bagian bawah layar, seolah ada dua penerjemah tak kasat mata sedang bertanding cepat mencatat. Lebih menakjubkan lagi, fitur ini tidak hanya bisa "mendengar" logat Taiwan yang bercampur istilah Inggris, bahkan bisikan pelan yang "tak terdeteksi radar" pun bisa ditangkap, sungguh penyelamat bagi yang pemalu berbicara.

Apa yang membuat fitur ini hebat? Bukan sekadar terjemahan satu arah, melainkan tampilan bilingual berdampingan secara real-time, sehingga kolega lokal maupun internasional bisa mendapatkan informasi sesuai kebutuhan. Saat Anda berkata, "KPI proyek ini harus dioptimalkan", sistem langsung mengonversinya menjadi "We need to optimize the KPIs for this project", alurnya tetap lancar. Bahkan jika seseorang tiba-tiba menyela dengan kecepatan bicara sangat cepat, subjudul tetap bisa mengikuti ritme, dengan latensi sangat rendah hingga hampir tak terasa. Dibanding platform lain yang subjudul Cina-nya kacau dan terjemahan Inggrisnya seperti sampah hasil mesin, DingTalk ibarat siswa jenius yang baru pindah kelas di dunia pengenalan suara.

Fitur ini bahkan cukup cerdas untuk menyesuaikan pemilihan kata berdasarkan konteks. Misalnya, "buka antarmuka" tidak diterjemahkan menjadi "hit the interface", melainkan secara akurat menjadi "open the interface". Di balik semua ini bukan hanya ASR+NLP, melainkan hasil pelatihan mendalam yang khusus dirancang untuk skenario rapat lintas bahasa.



Merekam bukan karena malas, tapi agar bekerja lebih cerdas

Sebelumnya kita telah mengungkap operasi canggih subjudul bilingual Cina-Inggris di DingTalk, seolah-olah langsung membuka jalur energi bahasa. Namun jangan lupa, terjemahan real-time sehebat apa pun tetap kalah oleh kelalaian memori manusia—di sinilah fungsi rekaman menjadi otak digital Anda, bukan kemalasan, melainkan cara menyimpan kecerdasan!

Cukup klik tombol "Mulai Rekam", isi rapat langsung disimpan secara sinkron ke cloud atau perangkat lokal, mendukung format MP4 yang jernih dan umum digunakan. Siapa yang bisa merekam? Hanya moderator yang berwenang. Siapa yang bisa menonton? Hak akses dikontrol secara rinci, sehingga rahasia rapat tidak akan bocor. Lebih keren lagi, Anda bisa mengedit klip setelahnya, menandai segmen penting, dan merangkum rapat dua jam menjadi tiga highlight intisari.

Tapi tenang dulu! Menurut Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi, Anda wajib memberi tahu dan mendapatkan persetujuan peserta sebelum merekam, jika tidak, Anda bisa berubah dari produktif menjadi pelanggar hukum. Ini bukan soal patuh aturan semata, melainkan dasar dari kepercayaan tim. Merekam dilakukan agar pengetahuan bisa mengendap, bukan menanam bom kontroversi.



Subjudul + rekaman = pengalaman putar ulang super kuat

Hanya merekam rapat hanyalah langkah pertama, operasi canggih sesungguhnya ada pada fitur "putar ulang"! Bayangkan: Xiao Li dari divisi pemasaran ingin mencari kalimat "pengguna merasa antarmuka terlalu rumit" dari rapat umpan balik pelanggan selama dua jam. Tanpa subjudul? Dia harus menggeser-geser bar progres dan mendengarkan berulang kali seperti hantu tersesat. Tapi dengan fitur subjudul otomatis bilingual Cina-Inggris + putar ulang sinkronisasi video dari DingTalk, dia cukup mencari kata kunci "antarmuka", lalu langsung loncat ke waktu yang tepat—seperti menggunakan Ctrl+F saat membaca notula rapat, sensasi efisiensinya luar biasa!

Ini bukan sekadar kenyamanan, melainkan revolusi efisiensi. Tim teknik yang ingin mengulang diskusi arsitektur API bisa dengan cepat menemukan segmen tentang "mekanisme autentikasi" atau "optimalisasi latensi" melalui lokasi berbasis kata kunci. Karyawan baru yang menonton ulang tidak perlu lagi memaksakan diri menyimak rekaman tanpa teks—dengan subjudul, pemahaman bisa instan. Lebih dahsyat lagi, fitur ini mendukung pergantian bahasa dan lompatan sumbu waktu, sehingga poin penting rapat lintas negara bisa langsung dikunci dengan satu klik. Video dengan subjudul sejatinya adalah sistem pencarian pengetahuan, bukan sekadar file cadangan.



Hindari jebakan-jebakan ini, agar rapat DingTalk Anda benar-benar sempurna

Jangan kira cukup aktifkan subjudul otomatis dan rekaman di DingTalk lalu semua beres—kenyataannya sering kali: subjudul muncul seperti puisi spontan, atau rekaman terdengar seperti mencari jarum di dasar laut. Jebakan umum pertama: suara angin, suara keyboard, bahkan hewan peliharaan ikut nimbrung di latar belakang, cukup satu kalimat salah didengar AI, seluruhnya bisa berubah jadi "bos menyuruh semua orang makan tahu", tanggung sendiri akibatnya. Saran: gunakan headset mikrofon, anggap mulut Anda seperti mulut emas, satu kalimat satu arti.

Jebakan kedua: lima orang bersamaan berteriak "Saya yang bicara!", sistem langsung kolaps, subjudul berubah jadi pesta remix suara. Solusinya sederhana: tunjuk satu orang sebagai pembicara utama, yang lain menyela secara bergiliran, seperti mengacungkan tangan di kelas, sopan dan efisien. Selain itu, pengguna versi gratis harap waspada! Durasi rekaman mungkin terpotong, fungsi subjudul juga bisa tidak lengkap. Uji dulu sebelum naik level.

Perbedaan operasi antara ponsel dan komputer juga sering bikin frustrasi. Disarankan lima menit sebelum rapat, semua peserta login lebih dulu untuk uji coba, pastikan koneksi stabil dan tombol-tombol mudah ditemukan. Setelah rapat, langsung bagikan tautan rekaman dengan subjudul, satu klik cukup, karyawan baru langsung paham, tidak perlu lagi bertanya, "Tadi siapa yang bilang deadline harus diubah?"



We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.. With a skilled development and operations team and extensive market experience, we’re ready to deliver expert DingTalk services and solutions tailored to your needs!

Using DingTalk: Before & After

Before

  • × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
  • × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
  • × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
  • × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.

After

  • Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
  • Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
  • Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
  • Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.

Operate smarter, spend less

Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.

9.5x

Operational efficiency

72%

Cost savings

35%

Faster team syncs

Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

WhatsApp