Apa Itu OKR, Mengapa Bahkan Jack Ma Pun Menggunakannya Secara Diam-diam

Apa sih OKR itu? Kedengarannya seperti bahasa alien, tapi sebenarnya bahkan pemilik warung sarapan di bawah rumahmu pun seharusnya paham! Ini bukan alat "menghitung dendam" untuk evaluasi kinerja, melainkan alat navigasi yang mendorong semua orang bergerak maju. Bermula dari Intel dan populer berkat Google, inti OKR adalah: Objective (tujuan) harus menarik, Key Results (hasil kunci) harus terukur. Misalnya, "membuat cheung fun paling harum sejagat raya" adalah Objective, sementara "tingkat pembelian ulang pelanggan mencapai 85%" adalah KR.

Apa bedanya dengan KPI tradisional? Jika KPI berarti "kamu harus menyelesaikan ini", maka OKR adalah "seberapa tinggi kamu ingin terbang". OKR mendorong tantangan 120 poin—meskipun hanya mencapai 70 poin, hasilnya tetap lebih inovatif dibanding mempertahankan 100 poin lewat KPI. Di dalam Alibaba sendiri, logika serupa sudah diterapkan sejak lama. Meski Jack Ma tidak menyebut OKR secara eksplisit, ucapannya "karena percaya, jadi bisa melihat"—itu justru inti semangat OKR!

Ketika tujuan transparan dan progres diperbarui secara real-time, tim tak lagi saling curiga. Di bab selanjutnya, kita akan lihat bagaimana DingTalk mengubah logika "impian" ini menjadi senjata harian yang mudah digunakan semua orang.



OKR DingTalk Bukan Fitur, Tapi Revolusi Organisasi

OKR DingTalk bukan sekadar fitur, melainkan sebuah revolusi organisasi—terdengar klise? Namun begitu kamu membuka modul OKR di DingTalk, kamu sadar bahwa ini bukan sekadar "tambahan alat baru", melainkan pengacakan total cara kerja perusahaan. Sudahi sudah saling kirim file Excel dan rapat sambil semua orang asyik main ponsel! DingTalk menggabungkan penetapan target, pelacakan progres, berbagi transparan, dan umpan balik instan ke dalam satu ekosistem yang sama, seperti menyusun LEGO hingga tujuan saling terkait dengan sempurna.

Filosofi desainnya sangat sederhana: membuat setiap orang tahu "untuk siapa aku bekerja keras" dan "batu bata ini harus dibawa ke mana". Pengingat otomatis memaksamu memperbarui progres setiap minggu; cukup tarik dashboard, tingkat pencapaian KR seluruh perusahaan langsung muncul seperti grafik saham. Lebih hebat lagi, fungsi keterkaitan lintas departemen memungkinkan OKR tim pemasaran langsung "tergantung" pada tujuan utama tim produk—pulau informasi berubah jadi jaringan transportasi tiga dimensi dalam sekejap. Tapi ingat: sehebat apa pun alatnya, jika bos hanya berani melihat tanpa berani memamerkan OKR-nya sendiri, maka ini tetap hanya "bercakap-cakap tanpa aksi" versi canggih.

Revolusi sesungguhnya adalah pergeseran dari "menyembunyikan progres" menuju "komitmen terbuka", dari "menunggu dinilai" menjadi "secara aktif meminta umpan balik". Ini bukan sekadar upgrade perangkat lunak, melainkan ledakan nuklir budaya.



Tiga Langkah Kuasai OKR DingTalk, dari Pemula Jadi Pelatih

Tiga langkah kuasai OKR DingTalk, dari pemula jadi pelatih, bukan sihir, tapi hasilnya lebih ajaib dari sihir! Langkah pertama: "Tentukan Tujuan yang Cerdas"—jangan lagi tulis Objective seperti "meningkatkan kepuasan pelanggan", yang terdengar seperti kalimat Zen! Tulislah "naikkan NPS dari 30 ke 50 dalam kuartal ini", dilengkapi KR seperti "kumpulkan 50 tanggapan valid tiap minggu" atau "waktu respons layanan pelanggan kurangi hingga di bawah 2 menit". Harus berani bermimpi, tapi juga harus terukur—kalau tidak, OKR-mu hanyalah puisi.

Langkah kedua: "Penyelarasan dan Integrasi"—di DingTalk, jangan bertempur sendirian! Gunakan fungsi kaitan untuk menarik OKR pribadimu ke bawah tujuan utama tim, sehingga kamu langsung tahu potongan puzzle mana yang kamu isi. Jika tujuan bos adalah "pendapatan tahunan tembus satu miliar", maka KR-mu harus "tambah 2.000 pengguna berbayar baru di kuartal ketiga", saling mengait erat tanpa longgar. Kalau tidak, semua orang bernyanyi sendiri-sendiri, perusahaan berubah jadi panggung karaoke kacau.

Langkah ketiga: "Tinjauan Berkala"—jangan pura-pura mati saat memperbarui progres mingguan! Gunakan fungsi progress bar dan komentar di DingTalk, jika mentok langsung teriak "tolong!", atasan bisa langsung balas "tambah sumber daya" atau "turunkan prioritas". Jebakan umum? Menulis KR seperti "melakukan yang terbaik"—tolong deh, ini bukan OKR, ini kolam harapan. Punya lebih dari lima tujuan? Kamu bukan sedang membuat OKR, tapi menantang batas memori manusia!



Saat OKR Bertemu DingTalk, Cerita Nyata yang Bikin Tertawa Sekaligus Haru

Saat OKR bertemu DingTalk, ibarat jomblo ketemu Wi-Fi, langsung terhubung sepenuhnya. Startup "Kuaisan Tech" yang dulu gonta-ganti arah delapan kali dalam tiga bulan, sejak memasang OKR di halaman utama DingTalk, rapat Senin pagi bukan lagi "acara bos menggambarkan mimpi besar", melainkan "saat kebenaran terungkap" dengan progress bar yang muncul otomatis. May, staf pemasaran, tertawa: "Dulu bos bilang 'tingkatkan pengaruh merek', saya benar-benar tak tahu harus buat berapa video; sekarang KR-nya jelas: 'tingkatkan interaksi media sosial 30%', bahkan ibu saya pun paham."

E-commerce menengah "Chaoselect" lebih gila lagi—mereka menggunakan DingTalk untuk menyatukan gudang, layanan pelanggan, dan iklan dalam satu tujuan bersama. Manajer operasional mengeluh: "Dulu saling lempar tanggung jawab antardepartemen, sekarang target transparan seperti rumah kaca, siapa yang macet langsung kelihatan." Bos pabrik manufaktur tradisional "Yonggu Hardware" awalnya menolak, tapi ternyata fitur komentar anonim di DingTalk membuat karyawan level bawah berani berkata jujur—"Ternyata bukan mesinnya yang tua, tapi jadwal produksinya kacau seperti mie instan." Awalnya ada yang protes "ini tambahan ribet", tapi setelah dua kali evaluasi ulang, durasi rapat berkurang separuhnya, bahkan karyawan senior mulai lebih rajin klik "perbarui progres" daripada absen kerja.



Jangan Biarkan OKR Jadi Formalisme, DingTalk Hanyalah Titik Awal

Ketika semua orang mulai antusias mengisi OKR di DingTalk, bos puas melihat angka "tingkat pencapaian seluruh karyawan 98%" di layar, tanpa sadar inilah awal mula formalisme. Menjadikan OKR sebagai daftar centang ala KPI, menulis tujuan yang aman dan membosankan, serta menjadikan tinjauan mingguan sebagai "game centang saja sudah cukup"—dengan cara begini, alat sehebat apa pun takkan bisa menyelamatkan.

DingTalk hanyalah titik awal, bukan obat mujarab. Ia bisa mengingatkanmu mengisi laporan mingguan, menghubungkan tujuan, dan membuat bos langsung melihat progres. Tapi jika tim takut berkata jujur, tidak berani menandai "tujuan ini sudah mati", maka semua fitur hanyalah coretan digital yang indah namun tak berguna. Lebih buruk lagi jika manajemen atas tidak pernah memperbarui OKR sendiri, tapi malah memaksa bawahan mengisi setiap hari—standar ganda seperti ini ibarat pembunuh psikologis.

Hakikat sejati OKR adalah: fokus pada sedikit tujuan yang berkualitas, terima transparansi sampai terasa canggung, terima kegagalan tapi tolak penyembunyian, yang paling penting adalah belajar cepat dan terus beriterasi. Jangan lagi bertanya "bagaimana mempercantik laporan di DingTalk", tapi tanyakan "apakah kita berani jujur setiap minggu menghadapi progres yang berantakan?"—jawaban itulah kunci sebenarnya transformasi.

We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.. With a skilled development and operations team and extensive market experience, we’re ready to deliver expert DingTalk services and solutions tailored to your needs!

Using DingTalk: Before & After

Before

  • × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
  • × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
  • × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
  • × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.

After

  • Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
  • Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
  • Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
  • Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.

Operate smarter, spend less

Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.

9.5x

Operational efficiency

72%

Cost savings

35%

Faster team syncs

Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

WhatsApp