
Apakah Anda masih menggunakan Excel untuk melacak data karyawan baru, mengirim email berulang kali ke bagian TI agar membuat akun, atau lari kesana-kemari membawa dokumen fisik untuk mendapatkan stempel administrasi? Bangunlah! Kopi Anda jauh lebih sadar daripada Anda! Fitur "Proses Onboarding" di DingTalk ibarat senjata curang bagi divisi SDM — menyatukan tiga raksasa sulit: personalia, teknologi informasi, dan administrasi, menjadi satu alur kerja mulus. Begitu surat penawaran (offer) dikirim, seluruh proses otomatis dimulai. Tidak akan ada lagi pertanyaan seperti: “Akunnya mana?”, “Laptopnya kapan datang?”, atau “Kartu akses saya ditelan mesin?”.
Fitur ini bukan sekadar formulir digital versi upgrade, melainkan komandan otomasi alur kerja penuh: begitu karyawan baru mengonfirmasi bergabung, sistem langsung mengirim daftar tugas ke unit terkait. Kontrak ditandatangani daring, dokumen dikirim langsung, pemesanan perangkat selesai dalam hitungan detik, bahkan alokasi meja kerja dan kartu akses bisa diatur jauh hari sebelumnya. Yang paling asyik? Seluruh progres bisa dilihat secara transparan. Siapa yang macet, siapa yang lambat, semuanya terlihat jelas — tidak perlu lagi jadi kurir tugas yang terus mengejar-ngejar orang.
Dulu, SDM seperti tim pemadam kebakaran; setelah pakai DingTalk, SDM menjadi sutradara. Alurnya berjalan sendiri, Anda tinggal memberi jempol. Semua data tersimpan rapi, audit pun tak perlu panik. Bahkan proses serah terima saat karyawan keluar pun bisa menggunakan logika yang sama. Bukan cuma membangkitkan semangat — ini ibarat ganti otak!
Atur Proses Onboarding Dalam Lima Menit HR Pemula Pun Bisa Jadi Desainer Alur Kerja
Masih pakai Excel untuk mencatat kapan kontrak ditandatangani, menunggu TI mengatur laptop sampai rambut memutih? Jangan bodoh-bodoh lagi. Buka saja backend DingTalk, dalam lima menit Anda sudah bisa jadi desainer proses onboarding! Masuk ke “Dasbor” → “Sumber Daya Manusia” → “Manajemen Onboarding”, klik “Buat Templat Proses Baru”, dan langsung jadi MVP di dunia HR. Anda bisa mengatur tahapan seperti menulis skenario drama: tanda tangan kontrak, unggah dokumen, pengajuan perangkat, aktivasi akses masuk — setiap langkah bisa ditugaskan kepada penanggung jawab masing-masing. Bagian TI urus laptop, admin urus kartu akses, tanggung jawab jelas, tidak saling lempar kesalahan.
Yang lebih canggih lagi adalah fungsi “cabang kondisional”, yang memungkinkan manajer dan magang menjalani proses berbeda secara otomatis tanpa campur aduk. Integrasi dengan modul “SDM Cerdas” membuat data karyawan baru langsung tersebar ke seluruh perusahaan, bahkan mesin absensi pun langsung mengenalinya. Atur agar proses otomatis dimulai “3 hari sebelum tanggal masuk”, maka alur kerja akan berjalan sendiri. Anda cukup duduk santai sambil menyeruput kopi dan memantau progresnya. Perbedaan antara kewalahan dan pulang kerja tepat waktu bukan soal keberuntungan, tapi karena trik alur kerja DingTalk ini.
Pengalaman Karyawan Baru Naik Level Sejak Terima Offer Langsung Terasa Dimanja
Begitu staf SDM menekan tombol “Mulai Proses Onboarding” di backend, kehidupan kolega baru langsung diatur oleh DingTalk dengan sangat rapi. Tidak ada lagi tumpukan PDF di kotak surat, tidak perlu lagi bolak-balik ke tempat fotokopi demi memindai dokumen. Saat membuka aplikasi DingTalk, karyawan baru langsung menerima notifikasi hangat dan lucu: “Hai~ debut kariermu segera dimulai!” Setelah masuk, semua tugas tersusun rapi seperti misi dalam game: isi data diri, unggah KTP, tanda tangani kontrak elektronik, pilih meja kerja — bahkan bisa memesan makan siang karyawan untuk hari pertama, entah yang asin atau manis, semuanya bisa dipilih.
Ajie, seorang insinyur yang bekerja dari jarak jauh, menyelesaikan semua prosedur dari rumahnya di Shenzhen hanya dengan sandal jepit. Hari pertamanya di kantor, dia langsung masuk dengan scan wajah, lalu petugas TI menyodorkan laptop yang sudah login: “Semua driver sudah terpasang, tinggal ngebug aja.” Saat itu juga dia hampir menangis haru — ini bukan kantor biasa, ini seperti adegan drama percintaan di dunia kerja! Semua operasi dilakukan dalam satu jendela obrolan, tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Bahkan ibunya pun bisa membantu mengisi data untuknya.
Desain yang ramah manusia tidak hanya menghemat waktu, tapi membuat karyawan merasa dihargai sejak detik pertama. Rasa memiliki kadang dimulai dari secangkir kopi tanpa kafein yang sudah dipesankan sebelumnya.
Kolaborasi Antardepartemen Tanpa Saling Lempar Tanggung Jawab IT Admin Hukum Satu Grup Langsung Selesai
Ingat dulu hari pertama karyawan baru datang, staf SDM seperti tim pemadam kebakaran: bagian TI bilang belum dapat permintaan, admin menyalahkan hukum karena kontrak belum ditandatangani, sedangkan tim hukum protes, “Siapa tahu dia terhenti di mana?” Kini dengan proses onboarding DingTalk, sistem otomatis membuat “Grup Kolaborasi Onboarding”. Staf SDM, TI, administrasi, dan hukum semua masuk ke satu ruang obrolan — seperti sinetron keluarga jam 8 malam dipindahkan ke panggung kerja efisien. Bedanya, kali ini tidak ada yang saling lempar kesalahan, hanya ada kartu tugas yang beterbangan.
Saat karyawan baru memilih tipe laptop di aplikasi, tim TI langsung menerima kartu tugas. Setelah selesai, cukup klik “Selesai”, seluruh grup langsung tahu. Tim hukum bisa langsung memberi catatan pada kontrak secara daring, tanpa harus mengirim ulang file PDF sepuluh kali. Semua komunikasi, dokumen, dan progres tersimpan jejaknya. Tidak perlu lagi bertanya, “Ini macet di mana sih?”, atau “Aku kan sudah bilang mau Mac?” Era memalukan ketika karyawan baru hanya duduk diam menunggu laptop telah ditutup secara elegan oleh grup DingTalk dan digantikan kenangan manis di museum sejarah kantor.
Grup ini lebih hidup daripada grup keluarga, tapi lebih efisien daripada rapat — lagipula, siapa sih anggota keluarga yang rajin update status tugas?
Analisis Data dan Perbaikan Berkelanjutan Bikin Proses Onboarding Makin Lancar
"Data bicara, hanya saja apakah kamu bisa mendengarnya." Setelah kolaborasi antar departemen berjalan lancar, langkah selanjutnya adalah menjadikan data sebagai navigator Anda. Panel analitik onboarding DingTalk bukan sekadar laporan dingin, melainkan peta harta karun yang menyimpan kode penyempurnaan alur kerja — durasi rata-rata proses, titik kemacetan tiap tahap, tingkat pengembalian dokumen, semuanya terlihat jelas.
Misalnya, ternyata rata-rata proses “unggah dokumen” macet selama 3 hari? Jangan buru-buru menyalahkan karyawan baru, cek dulu apakah petunjuknya terlalu abstrak. Tambahkan contoh tangkapan layar, bisa jadi tingkat penolakan langsung turun separuhnya. Lebih dahsyat lagi, saat data onboarding dibandingkan dengan analisis turnover, ternyata karyawan baru yang pengalaman minggu pertamanya buruk memiliki kemungkinan keluar 40% lebih tinggi dalam tiga bulan pertama! Ini bukan kebetulan, ini sinyal bahaya.
Alih-alih jadi petugas pemadam kebakaran, lebih baik jadi detektif alur kerja. Gunakan data untuk membuktikan langkah mana yang perlu disederhanakan, bagian mana yang butuh dukungan sumber daya. Saat mengajukan anggaran perbaikan ke atasan, Anda punya dasar yang kuat. Jangan biarkan proses menghambat — kalau tidak, karyawan baru belum sempat coding, Anda sudah burnout duluan!
We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at
Using DingTalk: Before & After
Before
- × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
- × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
- × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
- × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.
After
- ✓ Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
- ✓ Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
- ✓ Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
- ✓ Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.
Operate smarter, spend less
Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.
9.5x
Operational efficiency
72%
Cost savings
35%
Faster team syncs
Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

Bahasa Indonesia
English
اللغة العربية
Bahasa Melayu
ภาษาไทย
Tiếng Việt
简体中文 