Di Nanjing, hampir semua orang mengenal "Nanjing Dapaidang". Selama lebih dari 30 tahun berdiri, tempat ini berkembang dari warung pinggir jalan menjadi grup restoran yang tersebar di berbagai kota di seluruh Tiongkok dengan lebih dari seratus gerai. Perusahaan ini juga melahirkan beberapa merek lain seperti "Shiwangfu", "Nanjing Dapaidang", dan "Nanjing Chenxiang Duck Restaurant".

Mendengar Suara Pelanggan: Dari Pengalaman ke Data

Saat skala bisnis semakin besar, perusahaan tua ini pun menghadapi tantangan umum industri restoran: bagaimana cara menangkap masukan pelanggan secara sistematis? Bagaimana pengembangan produk bisa mengikuti perkembangan pasar? Dan bagaimana mengatasi hambatan kolaborasi internal?

Dulu, jawabannya bergantung pada reputasi, pengalaman, serta laporan bertahap. Namun pada September 2025, Nanjing Dapaidang membuat keputusan penting—dengan memanfaatkan tabel AI dan pencatat suara AI dari DingTalk, mereka mengubah budaya "mendengarkan saran" menjadi proses digital yang dapat disimpan, dikelola, dan ditindaklanjuti secara tertutup.

Sistem Sentimen Diluncurkan: Suara Langsung Menemukan Orangnya

"Dulu kami mengandalkan laporan dari gerai atau penanganan keluhan, sehingga sulit mengumpulkan masukan nyata dari platform media sosial," ujar seorang petugas dari Nanjing Dapaidang.

Kini, melalui "Sistem Sentimen" yang dibangun menggunakan Tabel AI DingTalk, informasi terkait merek dari platform seperti Xiaohongshu, Douyin, dan Dianping secara otomatis dikumpulkan, kemudian dibersihkan, dikategorikan, dan langsung disinkronkan ke dalam tabel AI untuk analisis serta pelacakan suara pelanggan. Masukan terkait bahan baku juga otomatis dikirim ke penanggung jawab terkait.

"Dulu manusia mencari pekerjaan, sekarang pekerjaan mencari manusia. Sistem mengirim tugas dan mengingatkan secara otomatis, progresnya pun bisa dipantau sepenuhnya."

Dari Masukan ke Produk Baru: Inovasi Hidangan Didorong oleh Data

Mengumpulkan suara hanyalah awal, tujuan utamanya adalah mendorong optimasi produk.

Sekarang, berbagai masukan tentang hidangan—seperti "porsi Meiling porridge berkurang" atau "rindu dengan Guanfu Pork肘子"—secara otomatis dikategorikan dan dimasukkan ke dalam sistem manajemen pengembangan.

Dengan mengintegrasikan data dari berbagai saluran melalui Tabel AI, tim R&D dapat dengan jelas memahami poin-poin yang diperhatikan pelanggan, permasalahan yang ada, serta arah perbaikannya.

"Bahkan 'mendengarkan saran' kini didukung oleh sistem."

Contohnya, karena banyak pelanggan terus menyampaikan kerinduan mereka di media sosial, hidangan "Guanfu Pork肘子" berhasil terdeteksi oleh sistem, lalu dikembangkan ulang dan kembali hadir di menu.

Efisiensi Rantai Pasok: Dari Harus Mengingat ke Aliran Otomatis

Dulu, pembelian bahan baku baru harus melalui uji coba oleh koki, sering kali bergantung pada hubungan pribadi, tekanan, dan menunggu lama, prosesnya tidak transparan.

Kini, setelah staf pembelian mengajukan permintaan uji coba melalui Tabel AI, tugas tersebut otomatis dikirim ke koki terkait beserta batas waktu. Proses hanya berlanjut ke tahap berikutnya setelah setiap langkah dikonfirmasi.

"Siapa yang harus melakukan apa, sejauh mana progresnya, dan di mana hambatannya, semuanya terlihat jelas."

Ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membentuk prosedur standar yang dapat dilacak dan dioptimalkan.

Penyimpanan Pengetahuan: Notulen Rapat Menjadi Kekayaan Intelektual Perusahaan

Selain optimalisasi proses, bagaimana caranya menyimpan pengetahuan perusahaan? Nanjing Dapaidang mulai menggunakan fitur Pencatat Suara AI dari DingTalk.

Rapat eksekutif, rapat pra-shift, hingga sesi pelatihan daring, semuanya secara otomatis diubah menjadi notulen teks oleh Pencatat Suara AI, lalu disinkronkan ke "perpustakaan pengetahuan" perusahaan.

Teks-teks ini diintegrasikan dengan data operasional dan dokumen kebijakan dalam Tabel AI, akhirnya memungkinkan pencarian instan melalui Asisten AI DingTalk, menjadi aset cerdas perusahaan.

Data menunjukkan, rata-rata karyawan yang menggunakan Pencatat Suara AI mencatat sekitar 30 menit per hari, sehingga banyak pengalaman lapangan dan pemikiran manajerial tersimpan secara digital dan tidak hilang meskipun terjadi pergantian staf.

Alat Sederhana, Hasilkan Sistem Bernilai Tinggi

Digitalisasi Nanjing Dapaidang tidak dimulai dari perencanaan tingkat atas, melainkan dari departemen operasional yang membangun solusi bertahap berdasarkan permasalahan riil, menggunakan alat fleksibel dan mudah diakses seperti Tabel AI DingTalk.

"Kami sudah memiliki sistem besar seperti ERP, OA, CRM untuk menangani masalah inti," kata sang petugas menjelaskan, "namun kebutuhan yang fleksibel dan lintas departemen itu seperti peralatan kecil—dulu sulit direalisasikan. Sekarang, staf operasional bisa langsung membuat aplikasi sendiri lewat Tabel AI, dan hasilnya langsung terasa."

Bermula dari budaya "mendengarkan", perusahaan tua ini kini menggunakan alat AI untuk mengubah pengalaman lebih dari 30 tahun menjadi data yang dinamis, proses yang efisien, serta kecerdasan yang terus berkembang. Di era digital, cita rasa perusahaan legendaris tidak hanya terletak pada tradisi, tetapi juga pada kemampuannya mendengar setiap "bisikan hati" pelanggan dengan cara-cara baru.

We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.. With a skilled development and operations team and extensive market experience, we’re ready to deliver expert DingTalk services and solutions tailored to your needs!

Using DingTalk: Before & After

Before

  • × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
  • × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
  • × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
  • × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.

After

  • Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
  • Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
  • Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
  • Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.

Operate smarter, spend less

Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.

9.5x

Operational efficiency

72%

Cost savings

35%

Faster team syncs

Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

WhatsApp