
Apa sih OKR itu? Jangan terburu-buru, ini bukan bahasa alien atau alat baru yang dibuat bos untuk menyusahkanmu. Secara sederhana, OKR adalah pasangan sempurna antara "Aku mau pergi ke mana" (Objective) dan "Bagaimana aku tahu kalau aku sudah sampai" (Key Results). Berbeda dengan KPI yang hanya peduli apakah kamu absen pulang kerja atau tidak, OKR lebih mementingkan apakah kamu bisa meluncurkan roket ke angkasa—meskipun akhirnya hanya sampai di atap gedung, tetap lebih baik daripada diam di tempat.
Google menggunakannya untuk berubah dari ikan teri menjadi paus besar, Intel berhasil transformasi berkat OKR. Perusahaan-perusahaan ini tidak menerapkan OKR hanya untuk membuat laporan, tapi untuk memaksa diri keluar dari zona nyaman. Ini poin pentingnya: OKR bukan alat evaluasi kinerja! Menggunakan OKR untuk memotong skor atau gaji sama saja seperti menggunakan peta taman hiburan sebagai makanan—benar-benar penyalahgunaan.
Kekuatan sejati OKR terletak pada kemampuannya membuat setiap orang bersemangat mengejar tujuan yang cukup gila, lalu menggunakan angka-angka konkret untuk memverifikasi apakah benar-benar ada kemajuan. Sekarang kita akan masuk ke praktik langsung di DingTalk. Pahami dulu logika dasarnya, kalau tidak, sebanyak apa pun rapat yang diadakan hanya akan jadi kesibukan sia-sia di dunia maya. Sudah siap? Tarik napas dalam-dalam, kita akan lepas landas.
Persiapan mental sebelum login DingTalk: Apakah OKR-mu sudah siap?
Dingdong! Belum membuka DingTalk, jangan buru-buru mengetik OKR seenaknya—ini bukan mengisi buku komunikasi sekolah dasar yang cukup ditulis lalu dikumpulkan. Pertempuran sesungguhnya dimulai dari ruang rapat! Mengadakan pertemuan penyelarasan OKR yang "tidak bikin ngantuk, tidak keluar topik, dan tidak saling lempar tanggung jawab" adalah cara terbaik. Disarankan agar pimpinan departemen memimpin, setiap orang melemparkan Objective yang paling ingin dicapai, misalnya "Di kuartal 3, tingkat retensi pengguna tembus 40%". Terdengar ambisius kan? Tapi jangan bilang hal-hal seperti "meningkatkan kepuasan pelanggan", kalimat seperti itu sama saja dengan ramalan bintang!
Selanjutnya, pastikan tujuan tersebut kuat: harus cukup menarik perhatian, tapi tidak sampai mustahil. Lalu pecah menjadi 3 hingga 5 Key Results, ingatlah bahwa KR harus "bisa diukur, bisa dilacak, dan bisa dipertanggungjawabkan"—misalnya "tambahkan 500 pengguna aktif setiap minggu" atau "waktu respons layanan pelanggan ditekan hingga di bawah 2 menit". Pernah ada tim R&D yang menuliskan "menyelesaikan optimasi sistem" sebagai KR, tapi setelah tiga bulan masih saja "mengoptimasi", jelas-jelas trik menunda pekerjaan! Cara yang benar adalah "melakukan iterasi dua mingguan sebanyak 3 kali, tingkat bug di bawah 0,5%".
Akhirnya, bagikan satu template penyelamat dunia: Tim pemasaran bisa gunakan "Objective: Membuat produk baru viral; KR1: Capai eksposur media sosial 1 juta kali…", sedangkan tim teknik bisa gunakan "Objective: Membangun backend yang stabil; KR1: Tingkat error API turun di bawah 0,1%". Sudah siap? Sekarang, barulah kamu boleh tarik napas dalam-dalam, lalu buka DingTalk.
Panduan lengkap fitur OKR di DingTalk: Tombolnya di mana? Bagaimana cara mengisinya?
Dingdong! Selamat datang di 'ruang kendali' OKR DingTalk—jangan tegang, ini bukan NASA, tapi rasanya bisa membuat telapak tangan berkeringat juga. Buka aplikasi atau versi web DingTalk, langsung menuju ke "Workbench", cari modul "OKR" yang tersembunyi di antara banyak ikon (lebih cepat jika langsung ketik "OKR" di kolom pencarian, semudah mencari gosip pakai Google). Setelah masuk, tampilannya bersih seperti kacamata yang baru dibersihkan: di sebelah kiri daftar tujuan, tengah area pengeditan, dan kanan kolom pelacakan progres, seperti alat navigasi hidup.
Klik "Buat OKR Baru", pilih tujuan pribadi atau tim, tentukan siklus (disarankan mulai dari "kuartalan", jangan langsung tantang siklus bulanan, itu namanya menyiksa diri). Kemudian isi Objective dan Key Results yang telah kamu susun matang di bab sebelumnya—jangan copy-paste kalimat kabur, harus spesifik sampai ibu penjaga pantry pun bisa paham. Saat menunjuk penanggung jawab, pastikan centang opsi "publik", kalau tidak, tujuanmu akan seperti surat cinta yang disimpan di laci, tak terlihat dan tak bisa dibantu siapa pun. Yang lebih penting lagi adalah "hubungkan dengan tujuan atasan/bawahan", sehingga tujuan bos bisa mendorong KR-mu, membentuk rantai tujuan yang selaras, hindari kondisi masing-masing bermain sendiri.
Di bawah setiap KR, kamu bisa mengatur persentase progres dan memilih frekuensi pembaruan (disarankan "setiap minggu"), sistem akan otomatis mengingatkanmu untuk melapor. Detail kecil di sini yang menentukan keberhasilan: transparansi membuka ruang kolaborasi dan kemenangan bersama; bekerja tertutup hanya akan menjadikan OKR sebagai wadah abu digital.
Jangan biarkan OKR jadi peti mati: Rahasia pelacakan rutin dan penyesuaian fleksibel
"Pak, saya sudah selesai menulis OKR!"—Lalu? Sama seperti menempel impian di kalender lalu mengira itu akan terwujud, mengatur OKR lalu dibiarkan membusuk hanyalah rencana penyimpanan abu versi dunia kerja. Sihir sebenarnya terletak pada Check-in mingguan! Di DingTalk, jangan hanya jadi orang yang diam-diam absen, jadilah DJ tujuanmu sendiri, terus putar lagu, remix, dan jaga ritme tetap berjalan. Saat memperbarui progres mingguan, manfaatkan fitur "persentase progres + komentar", jangan cuma isi angka, tapi tulis juga hambatan, langkah selanjutnya, bahkan langsung @rekan kerjamu: "KR ini terhenti di bagian hukum, Xiao Wang kapan bisa bantu dorong?"
Yang lebih hebat lagi adalah metode skor kepercayaan—setiap minggu beri nilai 0–10 untuk KR-mu sendiri, skor 7 ke atas artinya stabil, di bawah 3 berarti harus segera kibarkan bendera merah! Jangan keras kepala mempertahankan KR awal, pasar berubah lebih cepat dari membalik buku, apa yang disenangi pelanggan kemarin bisa jadi hari ini sudah diblokir. Jika menyadari arah sudah menyimpang, beranilah menyesuaikan—OKR bukan sumpah, tapi sistem navigasi; jika jalan macet, reset tujuan saja!
Dari OKR ke budaya: Jadikan DingTalk sebagai mesin konsensus tim
"Pak, OKR departemen kami bisa dirahasiakan nggak? Takut tim sebelah iri kalau lihat..." Tolong deh, ini bukan lomba kecantikan! Jiwa OKR bukan terletak pada seberapa indah tulisannya, tapi pada ketransparan yang membuat semua orang malu untuk main-main. Saat mengatur OKR di DingTalk, jangan buru-buru pilih "hanya dapat dilihat oleh saya", coba buka target tim penjualan dan produk satu sama lain—ketika manajer produk melihat tim penjualan punya komitmen "kuartal 3 dapatkan 5 klien finansial", secara alami mereka akan memprioritaskan permintaan terkait, bukan asyik mengembangkan fitur "yang menurut mereka keren".
Lebih menarik lagi, visibilitas lintas departemen di DingTalk bisa mengubah pertarungan rebutan sumber daya menjadi peluang kolaborasi. Tim pemasaran butuh anggaran? Tim teknologi butuh tenaga? Bicaralah dengan tujuan, bukan dengan volume suara. Rapat evaluasi juga tidak lagi jadi "sidang lempar kesalahan", tapi diskusi rasional dengan data progres, skor kepercayaan, dan riwayat komentar di DingTalk: "KR ini tertinggal karena pasar berubah, atau karena kita yang tidak cepat menyesuaikan?"
Akhirnya, perubahan budaya yang sesungguhnya dimulai dari atasan—beranikah kamu membuka OKR-mu untuk seluruh perusahaan? Jangan hanya menuntut bawahan transparan, sementara dirimu bersembunyi di balik "rahasia strategis". Ketika tujuan CEO muncul di halaman utama DingTalk setiap karyawan, barulah semua orang percaya: kita benar-benar sedang melakukan sesuatu yang digerakkan oleh tujuan, bukan sekadar hamster yang setiap hari menghindari peluru KPI.
We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at
Using DingTalk: Before & After
Before
- × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
- × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
- × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
- × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.
After
- ✓ Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
- ✓ Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
- ✓ Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
- ✓ Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.
Operate smarter, spend less
Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.
9.5x
Operational efficiency
72%
Cost savings
35%
Faster team syncs
Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

Bahasa Indonesia
English
اللغة العربية
Bahasa Melayu
ภาษาไทย
Tiếng Việt
简体中文 