Pada tanggal 8 Juli, acara puncak DingTalk 2026 Xiamen dengan tema "Cara Kerja di Era AI" berlangsung sukses. Diselenggarakan oleh DingTalk dan dibimbing oleh Asosiasi Industri Perangkat Lunak Xiamen, acara ini menghadirkan ratusan perwakilan perusahaan dari berbagai bidang seperti teknologi cerdas, bioteknologi, serta manufaktur canggih. Mereka membahas jalur implementasi nyata kecerdasan buatan (AI) dalam skenario bisnis perusahaan, serta bersama-sama mengeksplorasi metodologi transformasi dari "peningkatan efisiensi alat" menuju "perubahan organisasi".

Dukungan Kebijakan Mempercepat Integrasi Mendalam AI dengan Industri

Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Regional Fujian-Ganzhou DingTalk Yuan Wei menyampaikan bahwa Provinsi Fujian dan Kota Xiamen sedang mengirimkan sinyal kuat terhadap pengembangan AI melalui serangkaian kebijakan industri yang intensif.

Pada Februari 2025, pemerintah provinsi Fujian secara resmi menetapkan target menengah: nilai tambah ekonomi digital diharapkan mencapai 57% dari PDB pada akhir 2026. Sebagai pelopor pengembangan industri kecerdasan buatan di provinsi tersebut, Xiamen juga merilis "Rencana Pengembangan Industri Kecerdasan Buatan (2025–2027)" pada akhir tahun yang sama. Rencana ini menargetkan agar pada tahun 2027, skala industri inti kecerdasan buatan di Xiamen melebihi 60 miliar yuan, dengan jumlah perusahaan inti mencapai 500 perusahaan.

DingTalk Membangun Ekosistem Kemampuan AI End-to-End

Memanfaatkan peluang kebijakan ini, Alibaba Group juga mempercepat fokus strategi AI-nya. Yuan Wei menyatakan: "Alibaba telah membangun kemampuan end-to-end yang lengkap, mulai dari daya komputasi dasar, model dasar hingga ekosistem aplikasi tingkat atas. Sebagai platform utama bagi pengguna perusahaan (B2B), posisi DingTalk sangat jelas—mewujudkan penerapan nyata AI di perusahaan dan menciptakan cara kerja baru di era AI."

Peta Lengkap Kemampuan AI DingTalk dan Metodologi Transformasi

Pakar Solusi AI DingTalk Wang Junbo menjelaskan secara rinci rencana kemampuan AI DingTalk secara menyeluruh. Ia memberi contoh penjadwalan produksi di sektor manufaktur: proses penjadwalan yang dulu membutuhkan kolaborasi antara petugas pesanan dan insinyur selama beberapa jam kini dapat diselesaikan hanya dalam 5 hingga 10 menit. Cukup dengan memberikan pesanan non-standar multibahasa kepada AI, sistem akan secara otomatis menyelesaikan seluruh proses mulai dari ekstraksi data, pencocokan BOM, pengecekan stok hingga menghasilkan rencana produksi. Selain itu, fungsi tabel AI mampu mengubah berbagai format data menjadi informasi terstruktur dengan cepat, sementara platform Yida memungkinkan staf bisnis membuat sistem operasional hanya dengan menggunakan bahasa alami.

Selain kemampuan teknis, Wang Junbo juga menekankan strategi transformasi AI bagi perusahaan. Menurutnya, fungsi departemen IT perusahaan di masa depan akan bergeser dari "mengembangkan sistem" menjadi "memilih alat tepat, memberdayakan tim, dan menjaga batas keamanan"—yaitu memilih alat yang sesuai, melatih staf lapangan, serta memastikan keamanan sistem. Untuk mengukur kematangan transformasi, ada tiga dimensi penting: apakah karyawan benar-benar menggunakan AI, apakah pengalaman industri telah terakumulasi menjadi keterampilan yang dapat digunakan kembali, serta seberapa cepat ide dapat diwujudkan menjadi sistem nyata.

Studi Kasus Praktik Perusahaan

Pada acara puncak ini, tiga perusahaan berbagi studi kasus penerapan AI mereka dari berbagai perspektif.

Lo Ya-ying, Direktur Pusat Informasi SDIC Intelligent, menyatakan bahwa perusahaannya merupakan yang pertama di industri dalam membangun rantai manajemen tertutup yang menghubungkan "rekaman rapat—transkripsi cerdas—penugasan tugas—pelacakan pengawasan". Mereka juga mendalami integrasi AI ke dalam sistem pelatihan perusahaan, sehingga evaluasi instruktur dan peningkatan kualitas pengajaran menjadi lebih cerdas dan iteratif, meningkatkan efisiensi serta kualitas manajemen internal secara menyeluruh.

Di bidang agen cerdas (intelligent agents), SDIC Intelligent juga mengembangkan dua aplikasi unggulan secara mandiri, yaitu "digital twin" dan "spirit meeting", yang terintegrasi erat dengan ekosistem AI DingTalk. "AI bukan lagi sekadar konsep teknologi masa depan, tetapi kekuatan produktif nyata saat ini. Tujuan utama kami adalah mendorong AI berubah dari alat bantu tunggal menjadi infrastruktur inti transformasi digital perusahaan," ujar Lo Ya-ying.

Chen Minjun, pimpinan informatika perusahaan Best Biotech, menyampaikan bahwa pusat riset perusahaannya tersebar di empat wilayah, menyebabkan dokumen kebijakan tersebar dan konsultasi berulang yang memakan banyak tenaga kerja—masalah lama yang sulit diatasi. Perusahaan membangun asisten AI perusahaan tingkat perusahaan bernama "Ai Bao" berbasis DingTalk, yang mengintegrasikan ribuan dokumen SOP dan aturan perusahaan, sehingga karyawan bisa langsung bertanya kepada "Ai Bao" tanpa perlu mencari orang lain. Di luar layanan tanya jawab belakang layar, praktik AI Best Biotech juga mulai menembus ke lapangan operasional: karena persyaratan kepatuhan alat kesehatan sangat ketat, AI dapat membantu karyawan meninjau dokumen dan mencegah masalah konten sejak dini.

Selanjutnya, Best Biotech sedang bekerja sama dengan DingTalk untuk memperluas kemampuan AI ke analisis data operasional guna mendukung pengambilan keputusan perusahaan. Chen Minjun menyatakan: "AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan karyawan, tetapi untuk memberdayakan mereka. Visi kami adalah memberikan setiap karyawan Best Biotech 'penasihat cerdas pribadi'."

Xu Wanshun, CIO perusahaan Aien Technology, menjelaskan bahwa perusahaannya berhasil mengintegrasikan DingTalk Teambition dengan sistem PLM, memecah proses pengembangan IPD menjadi tiga tingkat templat A/B/C dan lebih dari 200 tugas standar. Dengan satu klik, tugas-tugas ini dapat langsung didistribusikan ke karyawan, meningkatkan efisiensi awal proyek lebih dari 60%. Perubahan lebih penting terjadi di tingkat kinerja: berdasarkan data penyelesaian tugas di Teambition, sistem secara otomatis menghitung koefisien kinerja dan mengaitkannya dengan gaji, sehingga 20% bagian gaji kinerja tidak lagi memerlukan intervensi manual. Selain itu, penerapan AI DingTalk juga memungkinkan analisis cerdas terhadap notulen rapat dan perilaku kolaborasi, mengubah penilaian dari pendekatan "hanya berdasarkan hasil" menjadi "kontribusi dapat diukur dan proses dapat dilacak".

Mendalami Layanan Lokal, Mendukung Transformasi Cerdas Perusahaan

Puncak DingTalk kali ini merupakan langkah lanjutan dalam menjangkau klaster industri lokal, sekaligus gambaran dari upaya berkelanjutan DingTalk dalam memperluas layanan lokal. DingTalk akan terus berfokus pada "menyelesaikan masalah nyata", mendalami ekosistem industri di wilayah Fujian, menggabungkan alat AI dengan layanan pendampingan jangka panjang, membantu lebih banyak perusahaan lokal menemukan titik masuk yang sesuai untuk pengembangan AI mereka sendiri, serta berkomitmen mengubah cara kerja cerdas dari praktik para pelopor menjadi rutinitas harian setiap perusahaan.

We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.. With a skilled development and operations team and extensive market experience, we’re ready to deliver expert DingTalk services and solutions tailored to your needs!

Using DingTalk: Before & After

Before

  • × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
  • × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
  • × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
  • × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.

After

  • Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
  • Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
  • Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
  • Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.

Operate smarter, spend less

Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.

9.5x

Operational efficiency

72%

Cost savings

35%

Faster team syncs

Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

WhatsApp